Showing posts with label Curahan Hati. Show all posts
Showing posts with label Curahan Hati. Show all posts

Thursday, June 14, 2012

"Tetaplah Seperti Ini"


Suasana pagi ini, adem, anyem, menghanyutkan.. Gak seperti biasanya, hari kamis ini gue akhirnya bisa bersantai sambil berleha-leha di tengah sibuknya suasana kota Bekasi di luar sana. Jendela kamar yang sengaja dari tadi pagi terbuka lebar membuat hawa dingin di dalam kamar terasa cukup alami. Deruman kendaraan bermotor ditambah suara nyanyian burung yang saling bersahutan berkolaborasi mengiringi tarian jemari di sela-sela keyboard pagi hari ini. Setelah sekian lama di keroyok beragam kesibukan dan terpaksa gak bikin satu postingan pun, rasanya hari ini adalah hari yang pas buat gue untuk mulai bermelankolis melalui akun blog yang udah banyak mendapat caci maki ini....

Hari ini, begitu berarti. Tiga tahun sudah kita telah lewati. Menjalani hari demi hari. Entah sudah berapa banyak suka dan duka yang telah bersama kita bagi. Canda dan tawa penepis segala sepi, mengakhiri langkahku disini. Walau hati masih tak rela pergi, keadaan tetap tak bisa di ajak kompromi.. Tsaaaah~

Malem itu, gue gabisa tidur.. Badan udah telentang, tapi mata masih belum mau terpejam. Sambil menatap langit langit kamar, pikiran ini jauh menerawang, menuju ruang dimensi tak terbatas yang biasa disebut khayalan. Memori-memori kecil bergantian tergambar di bidang polos tersebut. Mulai dari yang paling indah, sampe yang paling kacrut sekalipun. Satu persatu terlintas wajah temen-temen seperjuangan di masa SMP, dengan bangga memakai seragam putih abu-abu mereka masing-masing. Namun di sisi lain, gue masih belom bisa bayangin kalo akhirnya segala cerita yang terlihat begitu sempurna tadi sangat disayangkan harus berakhir sampai disini..

Hati ini random rasanya. Rasa senang karena telah berakhirnya segala perjuangan menembus kerasnya ujian kelulusan yang telah bersama kita upayakan, telah tercampur rata dengan rasa miris karena harus beranjak keluar dari keseharian yang telah bersama kita jalani selama 3 tahun ini. Belum lagi tak mau kalahnya rasa kangen yang entah harus diapakan karena untuk melihat kembali wajah mereka pastinya tidak akan semudah dahulu ketika masih berseragam sama.. Hati ini udah lebih dari sekedar galau.

Rafoster.. (Maaf karena sampai saat gue menulis postingan ini gue masih belom afal apa singkatannya..) Sekelompok manusia yang dengan segala ke-"koplak"-annya mampu mewarnai 3 tahun perantauan gua di Kemang Pratama. 3 tahun yang berkesan begitu dalam, walau terasa sangat singkat. 3 tahun yang terisi penuh dengan tawa, tangis, serta keringat. 3 tahun yang telah banyak mengajarkan tentang arti cinta dan sahabat. 3 tahun yang pastinya akan selalu melekat, selalu teringat, dan takkan terlupa sampai eek kambing terasa coklat.... #loh?

Ehm.. Mungkin ini yang disebut bahagia. Bahagia yang gak hanya kerasa sementara. Bahagia yang masih bisa bikin gue senyum-senyum sendiri ketika beberapa tahun lagi gue inget hal bodoh apa aja yang udah gue lakuin bareng temen temen gue disini. Gausah jauh jauh deh.. Lirik kanan dikit coba. Liat tuh pentol pentol korek yang mejeng di sebelah kanan background ini blog.. Pada zaman itu gue sempet dibikin puyeng.. Sekolahan berasa tempat piaraan tuyul.. Gakjelas deh~ Tapi yaa walau bagaimanapun juga, orang-orang sarap ini sahabat gue, manusia yang udah bikin masa SMP gue terasa makin indah untuk dikenang.. ;)

"Sahabat sejati nggak akan pernah ngebiarin elo bertindak bodoh..... Sendirian"

Gue sendiri ngerasa udah banyak perubahan yang terjadi dalam diri gue. Dari yang dulu di mirip-miripin ama Vidi Aldiano, sekarang tinggal mitos.. Dari yang dulu striker berbahaya di depan gawang lawan, sekarang jadi bek berbahaya di depan gawang sendiri.. Dari yang dulu berstatus in relationship, sekarang single and very happy.. Dari yang dulu dibuat gila karena wanita, sekarang malah di gila-gilai para pria..... Alhamdulillah pren~ Gue mensyukuri setiap perubahan yang terjadi dalam diri gue sebagai sebuah proses. Proses yang emang udah Allah bikin buat gue biar gue selalu menjadi pribadi yang lebih baik seiring berjalannya waktu. Gue ngaku kok gue pernah labil, eh masih deng... Gakpapa sih sebenernya, bersyukur malah. Abis kapan lagi bisa ngerasain jadi anak labil kan..? Nikmatilah masa masa labil kita hari ini, kawan.. Karena mungkin suatu saat nanti kita bakal kangen masa masa kayak hari ini.. Labil itu indah, pren~ :)

Yogyakarta, 4-7 Mei 2012.. Dan perpisahan mandiri pun telah bersama kita lewati. Event yang rasanya baru kemaren ditunggu tunggu tersebut akhirnya terlaksana juga. Banyak banget kenangan. Dari mulai di-php-in kereta yang lalu lalang pas mau berangkat.. Sampe lari-larian di tengah kerumunan orang-orang gara gara telat masuk bis di Malioboro.. Indah banget yah.. Andai kota Yogyakarta bisa berucap.. Mereka lah saksi bisu semua memori berharga ini. Memori yang penuh akan kenangan.. Tak akan terlupakan.. Walau masih terbersit sedikit kekecewaan..




Ketika kota yogya hanya bisa menjadi saksi sebuah kebersamaan yang mungkin gaakan terulang lagi :') - @emiliorf

Melankolis sekali yah.. Walaupun entah sudah berapa kali ucapan terimakasih ini terlontar buat mereka, rasanya gue butuh kata yang lebih kuat dari kata "terimakasih" untuk melampiaskan segala isi hati yang selama ini hanya tersimpan dengan rapi di dalam lubuk hati yang paling dalam. 3 tahun bersama mereka memang memberikan sejuta kesan yang sangat mendalam yang pastinya akan sangat disayangkan kalo harus terputus begitu saja.. Yah gue juga bukan orang sempurna, dan pasti pernah melakukan kesalahan sama kalian. Melalui tulisan ini juga gue pengen minta maap kalo kalo gue lupa atau gue gasadar pernah nyerempet hati kalian.. Maafin gue yah! ;)

Dan di tengah lagu-lagu bertema perpisahan yang udah berulang kali diputer di Windows Media Player hari ini, gue cuma bisa bilang.. Terlalu banyak kenangan tak terlupakan yang udah bersama kita jalani selama 3 tahun ini. Yah, sangat beruntung bisa mengenal orang-orang seperti kalian, yang dengan segala plus-minus yang dimiliki, kita bahu membahu untuk membuat sebuah cerita sempurna yang telah terpatri di dalam hati kita masing-masing. Walau mungkin, suasana seperti saat ini tidak akan pernah sama, dan tidak akan pernah bisa terbeli oleh mata uang apapun, sampai kapanpun. Dan wajah-wajah baru juga pastinya bakal bergantian mewarnai hari-hari kita kelak. Hati kecil ini tetap berharap, jangan pernah berubah, kawan.. Tetaplah menjadi kalian yang selama ini gue kenal dan semoga sukses selalu menyertai kita semua.. Sampai jumpa, kawan.. Gue bakal merindukan setiap jengkal 3 tahun perjalanan hidup gue disini. Bersama kalian. Lengkap dengan ribuan cerita menarik yang rasanya terlalu manis untuk dilewatkan..

sumber: shitlicious.com

Saya, Alfi Rizky Nugraha.. Terimakasih untuk canda dan tawanya.. Terimakasih untuk suka dan dukanya.. Dan terimakasih untuk semuanya, RAFOSTER.. ;)





"Sahabat Kecil"
by: Ipank

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa dibeli

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi

Bersamamu.. Kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirnya

Janganlah berganti..
Janganlah berganti..
Janganlah berganti..
Tetaplah Seperti ini..

Wednesday, December 21, 2011

"Carut Marut PSSI Kacrut"


Sebelumnya, gua pengen ngasih tau kalo nih postingan bakal banyak berbicara tentang sepak bola dalam negeri yang secara kualitas permainan dan secara kegantengan tampang pemainnya masih sangat jauh dibandingkan pemain pemain di eropa sana... Jadi, buat kalian yang eneg dan anti banget sama yang namanya bola dalam negeri, monggo di close kalo berani... :p

Hmm.. Bener ga sih ? Belakangan ini, orang orang udah mulai jijay lagi sama permainan Timnas Indonesia senior yang gagal total di kualifikasi WC 2014 kemaren.. Ditambah munculnya "timnas baru" yang berlaga di SEA GAMES 2011 dengan kualitas permainan dan teknik yang lebih menghibur, makin mengubur animo masyarakat terhadap timnas yang sesungguhnya. Ditambah lagi, sistem liga yang masih membingungkan dan pengunduran diri Rahmad Darmawan sebagai pelatih U-23 semakin memperburuk keadaan.. Hmm... Jadi, mau dibawa kemana lagi sepak bola kita..??

Sejujurnya.. Pemilihan ketua PSSI 29 April 2011 kemarin sempat membuka harapan gua dan mungkin pecinta sepak bola tanah air lainnya untuk melihat kemajuan signifikan dari olahraga hiburan rakyat tersebut. Turunnya Nurdin Halid dan munculnya Djohar Arifin sebagai ketua umum yang baru memunculkan ekspektasi baru untuk melihat Bambang Pamungkas dkk mengangkat piala setelah sekian lama puasa gelar.. Tapi liat yang terjadi sekarang. Kesalahan yang sama teteeeuup kejadian juga.. Dualisme kompetisi IPL dan ISL berujung di boikot-nya beberapa pemain yang kepengen masuk timnas dengan embel embel yang masih sama, Liga Resmi. Ga salah sih, PSSI juga harus punya peraturan yang musti dijalanin.. Tapi kenapa pemain tetep batu pengen ngikutin kompetisi yang ilegal, padahal mereka tau konsekuensinya..?? Hmm..

Bicara tentang IPL vs ISL... Kita semua bisa bedain yah, Persija yang asli itu yang ada Bambang dan Ismed-nya, yang lainnya Persija kw sekian~ Nah... Persija cuma salah satu contoh klub yang menjadi korban dualisme kompetisi di Indonesia... Secara kualitas mah jelas, ISL yang dianggap sebagai kompetisi ilegal unggul jauh dibanding IPL.. Tapi kalo diliat mah sama sajah, pihak penyiar musti nyiapin embel embel Bimbingan Orang Tua di setiap pertandingannya.. Keras abiz men~

Kalo di pikir pikir, buat apa sih nonton liga lokal kalo setiap minggunya kita disuguhin pertandingan luar negeri yang jauuuh lebih enak diliat..?? Emang bener, di ISL, apalagi IPL, jarang ada tim yang mampu menampilkan permainan cantik dari kaki ke kaki ala tiki taka-nya Barcelona.. Tapi mau gimana lagi, anak bocah sini sudah terbiasa bermain bola keras sih bos.. Kalo mau liat main cantik ya monggo nonton ESPN dkk. Karena menurut gua sih yang dicari ketika kita nonton bola lokal ya bukan sepakbola yang cantik, tapi sepak bola yang seru... Hmm.. Walaupun hanya berbekal kualitas lapangan, pemain, dan strategi seadanya, tekel tekel yang seenak udel dan gol gol hoki itu lah yang bikin ISL punya passion.. Karena emang pada dasarnya, menonton pertandingan sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai tanah air...

Ohiye, tadi gua sempet singgung sedikit tentang anak bocah yang udah terbiasa main keras di sepak bola. Kalo ngeliat Jepang, miris yah, negara yang dulu ancur lebur di bom atom sekarang bisa dibilang udah jadi penyuplai pemain pemain paling berkualitas dari Asia.. Hal itu ga lepas dari keseriusan mereka dalam pembinaan usia dini yang masih amat sangat jauh sekali banget dari apa yang di lakukan di Indonesia.. Perlu diketahui, JFA (PSSI-nya Jepang) udah memberlakukan peraturan bahwa setiap klub J-League (ISL-nya Jepang) harus memiliki tim U-10, U-12, U-15, dan U-18.. Dan program tersebut terbukti berhasil. Dulu tahun 70-an Indonesia selalu menang rata-rata 4-0 kalo ketemu Jepang.. Tapi liat mereka sekarang jagonya kaya apa.. Emang sudah seharusnya lah, ketika kita membangun rumah, yang pertama kali harus kita bangun adalah pondasinya, bukan malah atapnya, pembinaan usia muda itulah pondasi sepakbola.. ;)


Gasalah lagi yah, sepakbola udah jadi darah dagingnya masyarakat indonesia saat ini.. Gapeduli kaya, miskin, gendut, langsing, ganteng, kurang ganteng... Sepakbola udah menjadi olahraga semua kalangan. Tapi apa yang terjadi sekarang adalah, prihatin gua sob.. Dulu pas gua masih kecil, lapangan di komplek gua tuh bejibun banget.. Hampir tiap blok punya lapangan sendiri. Tiap sore gua bisa puas nyeker main bola sampe dimarahin emak.. Tapi sekarang, lapangan itu tinggal kenangan.... Lapangan bola terancam punah seiring dengan perkembangan zaman. Buat gua sih ya, gapeduli tuh lapangan tanahnya rata apa engga, full rumput semua apa engga, ada gawangnya apa engga, yang penting hasrat gua buat main bola terpenuhi disana.. Andai aja ada presiden yang menjajikan program 1 RW 1 lapangan bola, gua coblos deeehhh~

Terakhir, bisa dibilang gua gaada sangkut pautnya sama sekali sama PSSI. Gua bukan anak anggota PSSI, bukan anak pemain timnas, dan BELUM menjadi pemain timnas. Bahkan yang bisa gua lakukan sekarang cuman bikin kritikan yang mungkin lebih tepat disebut curhatan di blog yang kayanya gamungkin dibaca orang orang PSSI ini.. Mau gimana lagi yah, seorang kapten timnas aja gabisa mengubah apa apa walaupun udah berkoar melalui tulisan di webnya, gimana gua... Tapi diluar semua itu, sejatinya, saya hanyalah penikmat sepak bola tanah air yang memimpikan sepak bola Indonesia yang murni menjadi sebuah olahraga, tanpa ada masalah politik, nyogok menyogok, dan konspirasi yang bercampur di dalamnya..

Bravo sepak bola Indonesia.!!

Sunday, November 6, 2011

"Love is Cinta, Life is Kampret"

Di balik awan dan, mendung kelabu... 
Ada terang dan, harapan baru... 
Jangan menyerah, sambut masamu... 
Kau tak sendirian, ku bersamamu...
- Harapan by J-Flow -


Ehm.. Sedikit mencurahkan isi hati.. Memasuki bulan November tahun ini, gua dikeroyok sama beberapa masalah yang dateng bertubi-tubi ngehabeg fisik dan mental gua secara bersamaan. Sebut aja misalnya... Pertama ranking turun.. Pada kasus ini, karir gua di timnas al-azhar kemungkinan besar bakal di pertaruhkan untuk kedepannya~ Kedua mental gua cukup terguncyang berat pas timnas al-azhar kandas di final Milo Cup 2011 di Cilandak Sport Center beberapa waktu yang lalu.. Bakal gua ceritain sebentar lagi. Dan masih banyak lagi masalah masalah lainnya yang udah sukses mencampur adukkan hati gua beberapa hari belakangan ini. Yah, bisa di bilang, Alfi Rizky sedang memasuki titik terendah dalam hidupnya saat ini...


Bicara tentang Milo Cup...
Yak mungkin buat yang hari minggu kemaren nonton timnas al-azhar sampe final ngeliat dengan jelas kesalahan fatal yang gua lakukan hari itu, buat yang gatau, bukan rejeki berarti... Sampe sekarang, gua masih kebayang bayang ama peristiwa nahas tersebut.. Minggu malem abis pertandingan final, gua gabisa tidur, nyesekkk meeen seriusan... Gak sedikit orang yang menyayangkan keputusan gua saat itu. Gua sadar... Gua udah mengecewakan banyak pihak hari itu. Jadi sekali lagi, maafkan diriku sobat~

Tapi okelah, bukankah setiap orang yang berusaha dan bekerja keras pasti bakal melakukan kesalahan ? Bukan bermaksud melepas tanggung jawab, tapi emang begitu kenyataannya huehehe... Setelah melihat keapesan demi keapesan yang menimpa diri gua belakangan ini, seketika itu juga gua berfikir.. Life is so kampret, you know...?!?!

Beberapa hari kemudian, setelah gua pikir lebih dalam, gua menarik kembali kata kata yang muncul di otak gua tadi... Kenapa ? Seketika itu, gua ngeliat lagi ke belakang. Gua inget dukungan luar biasa yang udah diberikan Supporter Al-Azhar Delapan Sembilan
(SUPARLAN) kepada gua dan seluruh punggawa timnas al-azhar. Yak jujur aja, ketika kalian semua meneriakan chant-chant dan dukungan kepada kami, sebagai pemain, baru kali itu gua bener bener ngerasa dihargai... Ga boong yah, batin gua bener bener ngerasa lega hari itu. Ketika gua ngerasain sakitnya kalah, ketika air mata itu harus tumpah, gua baru merasakan bagaimana kekuatan supporter sesungguhnya yang rela menghabiskan suara demi mendukung tim yang mereka bela.. Salut banget daaahh sama kalian!!
*kasih jempol*

Banyak pelajaran yang bisa gua ambil dari turnamen itu. Disamping gua belajar buat lebih berhati hati dalam mengambil keputusan, gua juga diajarin buat ga memandang seseorang dengan sebelah mata. Siapa yang nyangka manusia manusia yang gapernah kenal deket sama gua, gakenal sama pemain timnas al-azhar, dan cuma datang sebagai supporter cadangan berani ngeluarin suara mereka dan ga jaim sama sekali dalam mendukung timnas al-azhar berlaga..? Gamau gua sebut ah, takut memicu konflik lagi hehehe... Yang jelas gua super duper respect sama mereka, terimakasih kawan! *kasih dua jempol*

Adil ga tuh ? Ya gua emang kalah di final.. Ya gua gagal masuk koran... Ya gua terguncyang dengat teramat sangat... Tapi semua itu bisa diimbangi sama hadiah super indah yang tuhan kasih buat gua berupa sekelompok orang luar biasa yang menamakan diri mereka, Supporter Al-Azhar Delapan Sembilan... Ga cuma itu aja, gua punya temen temen, keluarga dan tentu saja pendongkrak mood terjitu yang sedikit banyak menghibur gua dari semua ke-terguncyang-an ini... Jadi, apalagi yang harus gua sesali..?? ;D

Sejak saat itu gua percaya, hidup emang pait kalo kita cuma make satu kacamata buat ngeliatnya, coba deeeh sekali sekali liat pake kacamata orang lain yang lebih gak beruntung dari kita... We'll realize~ Terkadang, pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja cuma jadi pemicu keinginan yang gaada abisnya, be grateful pren... ;)

Yak mungkin segitu aja pengalaman yang bisa gua share di postingan kali ini. Terimakasih banyak buat yang udah baca. Ada kata kata dari Pa Begi yang masih terekam jelas di benak gua setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Final Milo Cup 2011 di Cilandak Sport Center.... "Semua pemain ingin main di final, tapi tidak semua pemain bisa dapet itu.. Kalian sudah beruntung bisa mendapatkan itu.. Tapi, masih ada yang lebih beruntung dari kalian.." - Bagio Wiroto


Note: Alfi Rizky BELUM HABIS!!! (tambahan dari rekan @febriantohari)




Quote:


"It's just a chapter in the past, don't close the book, just turn the page" - @naninun

Wednesday, September 7, 2011

"Curahan Hati Seorang Supporter"


Rasa kecewa itu datang lagi. Sangat miris ketika melihat papan skor menunjukkan skor 2-0 untuk kemenangan timnas Bahrain ketika pertandingan tersebut digelar di negara kita sendiri. Semua ekspektasi dan dukungan yang di berikan rasanya sia sia ketika harus menelan kenyataan bahwa Garuda harus tersungkur lagi. Tidak sedikit orang orang yang menyalahkan pelatih Wim Rijsbergen yang di anggap tidak pantas untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Alfred Riedl. Ya, Alfred Riedl memang gagal di final AFF tahun lalu, tapi setidaknya dia telah membuka mata seluruh supporter Indonesia bahwa timnas kita tidak seburuk apa yang diceritakan orang orang..

Pergantian pelatih 13 Juli lalu memang sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap kinerja para serdadu Indonesia di lapangan. Jika kita melihat ke belakang, Alfred Riedl memenangkan 6 dari 7 pertandingan yang dia lakukan selama menukangi Indonesia di Piala AFF. Sedangkan Wim sudah menjalani 7 pertandingan dan "hanya" menang 2 kali, yaitu saat melawan Turkmenistan dan Palestina (bisa dikoreksi kalau salah). Berkaca pada fakta tersebut, bukan hal yang salah jika banyak orang yang meragukan kapasitas Wim Rijsbergen sebagai pelatih baru tim nasional kesayangan mereka.

Dan sampai pada pertandingan Wim kemarin saat melawan Bahrain, keraguan itu kembali menyeruak di benak saya sendiri. Hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan harapan melihat Indonesia berpesta kandas ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Tidak ada yang kurang dalam squad merah putih yang turun hari itu. Mungkin hanya Zulkifli Syukur saja yang absen karena cedera, tapi tentu tidak terlalu berpengaruh terhadap kesolidan tim seutuhnya. Boaz dan Bustomi yang sudah bisa main dan diharapkan mampu mengembalikan skema permainan seperti dulu tidak bisa berbuat banyak. Ya, Indonesia bisa dibilang gagal total malam itu.

Pertandingan sempat dihentikan karena ulah supporter yang menyalakan petasan pada saat pertandingan masih berlangsung. Di tambah lagi aksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tiba tiba keluar dari kursi VVIP semakin menambah anarkis keadaan malam itu. Supporter kita emang iseng iseng banget dah kayanya. Meluapkan rasa frustasi dengan cara yang kaya gitu tuh ga sangar coy, malah menjurus kampungan. Siapa yang rugi jika nanti Timnas Indonesia kena sanksi dari FIFA ? Siapa yang rugi jika pertandingan yang seharusnya diselenggarakan di GBK harus di pindah ke tempat netral, ataupun tanpa supporter ? Indonesia!!! Ayolaaah dimana letak rasa malu kalian kawan ?!?! Sekarang kita cuma bisa berharap kebaikan dari para petinggi FIFA agar timnas kita gadapet sanksi apa apa.. Amin

Bicara tentang supporter, gua percaya ga semua supporter Indonesia tingkahnya kaya gitu. Hari itu gua bareng temen temen gua yang lain nyoba buat mendukung Timnas Indonesia bareng rombongan supporter yang bisa di bilang "garis keras". Disana gua bener bener bersama orang orang yang bener bener semangatnya harus diacungi dua jempol.. Chant-chant terus dinyanyikan dari sebelum wasit meniup peluit awal, sampai wasit meniup peluit terakhir. Gua beruntung bisa bareng bareng supporter "garis keras" yang masih menjunjung tinggi sportifitas. Kenapa ? Ketika ada orang yang ngelempar botol minum kebawah, mereka ga ikut ikutan, yang mereka lakukan adalah meneriaki orang tadi dengan chant: "KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!!". Bahkan ketika kalah pun, api semangat itu masih berkobar di dalam mata mereka. Yaaah andai saja semua supporter kita kaya gini...

Ehm.. Kritik juga perlu disampaikan kepada panitia penyelenggara pertandingan. Bagaimana mungkin petasan yang segede bagong gitu bisa masuk tanpa bisa kena razia pas awal masuk stadion ?? Feeling gua uang berbicara di kasus yang satu ini..  Aksi pelemparan botol minum juga sama. Apa gunanya razia botol di pintu masuk gate stadion kalo di dalem stadion banyak orang yang jualan ?? Kalo cuma sekali dua kali okelah, tapi gua udah 5 kali nonton di GBK dan gapernah absen denger orang teriak "Aqua! Aqua! Aqua!"

Terakhir deh, peluang itu memang semakin menipis. Kalah di 2 pertandingan awal dari 6 pertandingan memang sangatlah berat. Tapi gua percaya peluang itu masih tetap ada. Gua akan tetep berusaha untuk hadir di setiap pertandingan timnas yang akan datang. Kalah itu biasa, kalah dengan cara yang tidak terhormat itu bikin malu.. Semoga ada perbaikan sikap dari supporter supporter jail yang kemarin nembakin petasan, dan tidak ada lagi supporter supporter jail lainnya.. Amin~

Selesai.

Tuesday, August 2, 2011

"First Half Master"



IN-DO-NE-SIA!!!! IN-DO-NE-SIA!!!!

Hari kamis kemaren, tepatnya tanggal 28 Juli 2011, pikiran gua sedang melayang layang bebas di udara. Ya gua emang sedikit ga konsen buat belajar hari itu. Kenapa ? Karena yang ada di pikiran gua saat itu cuma pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil antara Indonesia v Turkmenistan yang digelar jam 19.00 hari itu. Nah di postingan gua kali ini, gua pengen nyeritain tentang "liburan" kita ke Stadion Utama Gelora Bung Karno buat mendukung negara kita tercinta..... INDONESIA

Dari siang gua udah contact-contactan sama sodara gua yang lagi buka detik.com. Dan gua nerima kabar gaenak bahwa ternyata jam 2 tiket buat kat3 udah abissss. Yak cuma bisa berharap sampe sana tiket yang kat2 nya masih tersisa deh. Tapi ternyataaaaa, keberuntungan emang masih belum berpihak sama kita kali ya. Jangankan kat3, kat2 aja pas kita sampe sana udah ludessss semua. Ya sebenernya gua udah ada feeling sih kalo kita gabakal dapet tiket kat2, orang baru nyampe GBK jam 4... Hadeh harus lebih banyak beribadah nih kayanya ke depannya (-_-")> Yaudahlah dengan berat hati, kita tetep beli tuh tiket kat1 yang harganya 100rb.... Sayang ga tuh ? Sayang banget kalo dibilang. Cuma demi Indonesia bos!!!! Apa aja bakal gua lakukan buat membela merah putih di Gelora Bung Karno.....

Oke singkat cerita, kita udah dapet tuh tiketnya. Tinggal nungguin Nofal, Nofan, Satrio, Ridho, ama Faisal. Tiket mereka jadi kita tombokin dulu. Untung aja ada anak kelas 7 yang ikut beli tiket. Dompet mereka gua akui jauh lebih tebel dari anak anak #laron.... Jadi sebagian ada yang mereka bayarin dulu. Naaaah lega dah kalo udah kaya gitu ahahaha.

Selesai masalah pertiketan, kita pun nunggu para supporter kesiangan tadi dengan sabarnya. Ya sebenernya ada sedikit masalah yang gaperlu gua ceritain disini hehehe. Pokoknya tujuan kita saat itu adalah seneng seneng, jadi ya sebisa mungkin lupain dulu semua masalah di otak ini ha ha ha. Dan singkat cerita, sekitar jam 18.30an kita semua udah masuk stadion. Haaaaah akhirnyaaaaa!!!! :D

National Anthem "Indonesia Raya" pun dinyanyikan!!! Stadion Utama Gelora Bung Karno bergetar dengan gokilnya. Ehm... Seperti ada sesuatu yang berbeda dengan lagu "Indonesia Raya" kali ini. Gatau kenapa, gua merasa lebih menghayatinya pada saat itu... Lagi asik asiknya nyanyi, tiba tiba gua ngeliat salah satu temen gua, Rama sedikit mengeluarkan air mata.... Terlalu banyak baca tulisannya @bepe20 nih anak sepertinya hahaha.

Peluit tanda pertandingan dimulai pun dibunyikan. Indonesia bisa dibilang bermain cukup baik pada malam itu. Dan hasilnya, Indonesia berhasil unggul cepat melalui sundulan Christian Gonzales. Publik Gelora Bung Karno moshing moshing dengan brutalnya..... Gadeng gagitu juga (-_-")> Dan tidak lama kemudian, Gonzales kembali mencetak gol melalui kakinya. Dalem hati gua berkata, "gasalah kita naturalisasi nih orang, gokil gile!!!" (Y)(Y)

Indonesia masih di atas angin. Sekitar 20 menit hampir gaada peluang emas yang tercipta sampai tiba tiba... Gua lagi siapin kamera Faisal buat foto-foto, eh si Hilal tiba tiba nyuruh gua berdiri, dan beberapa detik setelah gua berdiri..... M Nasuha melepaskan tendangan keras dan melengkung dari luar kotak penalti dan membuat gua seketika berfikir kalo ini adalah gol terbaik yang pernah gua liat di Indonesia!!! Gilaaaaaaa salam dua jempol buat Nasuha!!! Kalo Hilal ga nyuruh gua buat berdiri waktu itu, gua gabakal bisa ngeliat gol dengan skill BPL kaya gitu.... Makasih lal!! :D

Yak wasitpun meniup peluit tanda babak pertama telah habis... Gua memutuskan buat keluar sebentar bareng Emil, Cahyo, dan Anto buat sedikit mengambil nafas setelah 45 menit tadi gua kekurangan oksigen. Emil ama Anto menyempatkan diri buat foto foto dengan sedikit menambahkan bumbu alay disana... Ahahahahaha! Sekitar 15 menit kita diluar, akhirnya kita memutuskan buat masuk lagi.... Dan ironis, pas kita masuk dan pengen duduk di kursi yang tadi, ternyata kursi kita tadi di selak orang.... Yak karena rasa gedeg sudah gabisa tertahankan lagi, 10 menit awal babak kedua digunakan Hilal buat nyindir orang yang nyelak kita tadi wakakakakak gokil nih anak emang :D

Babak kedua berlangsung agak membosankan. Peluang Indonesia sedikit berkurang pada saat itu. Indonesia pun kecolongan dan Turkmenistan berhasil mengecilkan skor menjadi 3-1. Sempat kembali memimpin 4-1 melalui tendangan plesing M Ridwan, Indonesia kejebolan 2 gol di 15 menit terakhir sehingga skor akhir menjadi 4-3 untuk Indonesia. Sangat ironis memang, mengingat ketika sudah unggul 4-1 di menit 75 dan Turkmenistan "hanya" bermain dengan 10 orang, para supporter masih harus memacu jantungnya karena jika kecolongan lagi, hancur sudah harapan buat ikut Piala Dunia..

Udah ga aneh lah... Masalah timnas kita dari dulu tuh emang stamina kalo menurut gua sih. Babak pertama kaya Barca, babak kedua Bontang FC... Ga salah lah kalo gua bilang Timnas Indonesia itu cuma "First Half Master" alias Jagoan Babak Pertama. Mulai babak kedua, mereka seakan lupa bagaimana cara bermain bola.... gadeng ga selebay itu-_-"

Terakhir, saran gua buat om pelatih baru Indonesia diluar sana, jujur gua lupa namanya siapa...(-_-")> Seperti kata Sport 7 yang gua tonton tadi pagi, "Kekuatan stamina adalah yang paling menentukan di babak kualifikasi III ini...." Heeem.... Ga gini juga sih sebenernya, pokoknya intinya sama deh huehehehehe. Who cares lah mba mba Sport 7 tadi pagi ngomongnya gimana, yang penting yang mau gua sampaikan disini kira kira gini: Kalo kalian mau menebus semua keringat supporter yang rela menghabiskan suaranya demi Indonesia dan harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti World Cup mau tercapai, harus banyak banyak latian fisik deh. Secara teknik kita udah cukup bagus kok. Ga kalah bersaing dengan negara Asia lainnya. Percayalah~~

Oke terakhir lagi... Terimakasih buat Rama, Cahyo, Anto, Faris, Satrio, Nofan, Nofal, Faisal, Emil, Ridho, Hilal, Adeknya Rahma, dan satu anak kelas 7 lainnya yang gua lupa namanya.... Terimakasih udah bareng bareng membela Indonesia malam itu. Kapan kapan kita nonton lagi okeoke ?? ;)

Ohiya, ini super duper terakhir....... Happy Birthday buat Balqis Reigita Utami tercinta!! Semoga makin makin makin makin makin makin makin deh hahahaha. Tunggu postingan gua selanjutnya! Mungkin bakal bercerita tentang ini hahaha  ;D

Quote:

"Pemain, pelatih, dan pengurus PSSI dapat berganti kapan saja, akan tetapi warna bendera dan lambang garuda itu tidak akan berubah sampai kapanpun" - Bambang Pamungkas