Showing posts with label Kritik. Show all posts
Showing posts with label Kritik. Show all posts

Wednesday, December 21, 2011

"Carut Marut PSSI Kacrut"


Sebelumnya, gua pengen ngasih tau kalo nih postingan bakal banyak berbicara tentang sepak bola dalam negeri yang secara kualitas permainan dan secara kegantengan tampang pemainnya masih sangat jauh dibandingkan pemain pemain di eropa sana... Jadi, buat kalian yang eneg dan anti banget sama yang namanya bola dalam negeri, monggo di close kalo berani... :p

Hmm.. Bener ga sih ? Belakangan ini, orang orang udah mulai jijay lagi sama permainan Timnas Indonesia senior yang gagal total di kualifikasi WC 2014 kemaren.. Ditambah munculnya "timnas baru" yang berlaga di SEA GAMES 2011 dengan kualitas permainan dan teknik yang lebih menghibur, makin mengubur animo masyarakat terhadap timnas yang sesungguhnya. Ditambah lagi, sistem liga yang masih membingungkan dan pengunduran diri Rahmad Darmawan sebagai pelatih U-23 semakin memperburuk keadaan.. Hmm... Jadi, mau dibawa kemana lagi sepak bola kita..??

Sejujurnya.. Pemilihan ketua PSSI 29 April 2011 kemarin sempat membuka harapan gua dan mungkin pecinta sepak bola tanah air lainnya untuk melihat kemajuan signifikan dari olahraga hiburan rakyat tersebut. Turunnya Nurdin Halid dan munculnya Djohar Arifin sebagai ketua umum yang baru memunculkan ekspektasi baru untuk melihat Bambang Pamungkas dkk mengangkat piala setelah sekian lama puasa gelar.. Tapi liat yang terjadi sekarang. Kesalahan yang sama teteeeuup kejadian juga.. Dualisme kompetisi IPL dan ISL berujung di boikot-nya beberapa pemain yang kepengen masuk timnas dengan embel embel yang masih sama, Liga Resmi. Ga salah sih, PSSI juga harus punya peraturan yang musti dijalanin.. Tapi kenapa pemain tetep batu pengen ngikutin kompetisi yang ilegal, padahal mereka tau konsekuensinya..?? Hmm..

Bicara tentang IPL vs ISL... Kita semua bisa bedain yah, Persija yang asli itu yang ada Bambang dan Ismed-nya, yang lainnya Persija kw sekian~ Nah... Persija cuma salah satu contoh klub yang menjadi korban dualisme kompetisi di Indonesia... Secara kualitas mah jelas, ISL yang dianggap sebagai kompetisi ilegal unggul jauh dibanding IPL.. Tapi kalo diliat mah sama sajah, pihak penyiar musti nyiapin embel embel Bimbingan Orang Tua di setiap pertandingannya.. Keras abiz men~

Kalo di pikir pikir, buat apa sih nonton liga lokal kalo setiap minggunya kita disuguhin pertandingan luar negeri yang jauuuh lebih enak diliat..?? Emang bener, di ISL, apalagi IPL, jarang ada tim yang mampu menampilkan permainan cantik dari kaki ke kaki ala tiki taka-nya Barcelona.. Tapi mau gimana lagi, anak bocah sini sudah terbiasa bermain bola keras sih bos.. Kalo mau liat main cantik ya monggo nonton ESPN dkk. Karena menurut gua sih yang dicari ketika kita nonton bola lokal ya bukan sepakbola yang cantik, tapi sepak bola yang seru... Hmm.. Walaupun hanya berbekal kualitas lapangan, pemain, dan strategi seadanya, tekel tekel yang seenak udel dan gol gol hoki itu lah yang bikin ISL punya passion.. Karena emang pada dasarnya, menonton pertandingan sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai tanah air...

Ohiye, tadi gua sempet singgung sedikit tentang anak bocah yang udah terbiasa main keras di sepak bola. Kalo ngeliat Jepang, miris yah, negara yang dulu ancur lebur di bom atom sekarang bisa dibilang udah jadi penyuplai pemain pemain paling berkualitas dari Asia.. Hal itu ga lepas dari keseriusan mereka dalam pembinaan usia dini yang masih amat sangat jauh sekali banget dari apa yang di lakukan di Indonesia.. Perlu diketahui, JFA (PSSI-nya Jepang) udah memberlakukan peraturan bahwa setiap klub J-League (ISL-nya Jepang) harus memiliki tim U-10, U-12, U-15, dan U-18.. Dan program tersebut terbukti berhasil. Dulu tahun 70-an Indonesia selalu menang rata-rata 4-0 kalo ketemu Jepang.. Tapi liat mereka sekarang jagonya kaya apa.. Emang sudah seharusnya lah, ketika kita membangun rumah, yang pertama kali harus kita bangun adalah pondasinya, bukan malah atapnya, pembinaan usia muda itulah pondasi sepakbola.. ;)


Gasalah lagi yah, sepakbola udah jadi darah dagingnya masyarakat indonesia saat ini.. Gapeduli kaya, miskin, gendut, langsing, ganteng, kurang ganteng... Sepakbola udah menjadi olahraga semua kalangan. Tapi apa yang terjadi sekarang adalah, prihatin gua sob.. Dulu pas gua masih kecil, lapangan di komplek gua tuh bejibun banget.. Hampir tiap blok punya lapangan sendiri. Tiap sore gua bisa puas nyeker main bola sampe dimarahin emak.. Tapi sekarang, lapangan itu tinggal kenangan.... Lapangan bola terancam punah seiring dengan perkembangan zaman. Buat gua sih ya, gapeduli tuh lapangan tanahnya rata apa engga, full rumput semua apa engga, ada gawangnya apa engga, yang penting hasrat gua buat main bola terpenuhi disana.. Andai aja ada presiden yang menjajikan program 1 RW 1 lapangan bola, gua coblos deeehhh~

Terakhir, bisa dibilang gua gaada sangkut pautnya sama sekali sama PSSI. Gua bukan anak anggota PSSI, bukan anak pemain timnas, dan BELUM menjadi pemain timnas. Bahkan yang bisa gua lakukan sekarang cuman bikin kritikan yang mungkin lebih tepat disebut curhatan di blog yang kayanya gamungkin dibaca orang orang PSSI ini.. Mau gimana lagi yah, seorang kapten timnas aja gabisa mengubah apa apa walaupun udah berkoar melalui tulisan di webnya, gimana gua... Tapi diluar semua itu, sejatinya, saya hanyalah penikmat sepak bola tanah air yang memimpikan sepak bola Indonesia yang murni menjadi sebuah olahraga, tanpa ada masalah politik, nyogok menyogok, dan konspirasi yang bercampur di dalamnya..

Bravo sepak bola Indonesia.!!

Friday, October 7, 2011

"Respectful Is Beautiful"

"Kesadaran masyarakat untuk saling respect satu sama lain merupakan aspek yang masih sangat kurang di Indonesia"


Ada yang mau menyangkal pendapat di atas ?? Kata kata tersebut tiba tiba muncul dalam pikiran gua selama beberapa hari ini. Rada kaget ngeliat berita tentang terorisme yang secara tiba tiba muncul lagi ke permukaan. Hal ini membuat gua tertarik buat ngangkat topik ini sebagai bahan postingan di blog selanjutnya...

Ehem.. Bom di Solo kemaren cuma satu dari banyak contoh bukti masih kurangnya rasa respect kita terhadap sesama manusia. Kalo dipikir pikir kejadian bom kemaren itu sedikit konyol dan sia-sia.. Kenapa ? Coba simak judul berita berikut ini: "Bom Solo akibatkan 11 orang luka dan 1 TEWAS..." Oke oke oke coba kita telaah dulu sejenak kalimat di atas.. Disana diberitakan bahwa kasus bom tersebut merupakan kasus bom bunuh diri. Kalo bom tadi tergolong bom bunuh diri, berarti 1 orang tewas itu..... Eksekutor bom bunuh diri itu sendiri.. *hening* (-_-")> Sia sia sekali pengorbananmu, Ya Ahli Kubur...

Oke coba kita kesampingkan dahulu semua teori konspirasi di kepala kita. Kita udah cukup lama ga kena serangan serangan penganut teori ekstrem kaya gitu, eh tiba tiba nongol lagi.. Ehm.. Gua emang bukan orang yang paham banget sama agama, termasuk tentang jihad. Tapi, selagi Indonesia masih berupa negara demokrasi dimana setiap warga negaranya dibebaskan untuk berpendapat, gua pengen mencoba kritis sama masalah masalah kaya begini.

Bukan rahasia lagi jika Indonesia selain kaya akan sumber daya alam, kita juga "kaya" akan penganut agama ekstrem yang mengatas namakan jihad sebagai alasan untuk melakukan tindakan terorisme.. Sepertinya ada sedikit salah kaprah disini. Sedikit mencoba meluruskan, Nabi Muhammad mengajarkan kita ketika berperang, jangan membunuh orang yang tidak menyerang kita. Pertanyaan gua: Apakah ada bukti yang jelas bahwa orang orang di gereja itu bersalah ? Kalian bisa temukan sendiri jawabannya... Damai itu indah coy~

Sama halnya dengan yang terjadi sepakbola negeri kita tercinta ini. Satu yang gua gasuka dari supporter timnas. Selalu berisik pas lagu kebangsaan negara lain dinyanyikan.. Bro, kita boleh mendukung timnas kesayangan kita sefanatik mungkin (tentunya masih dalam batasan wajar), tapi buat yang satu ini tolonglaah di tahan dulu euforianya.. Nggak sopan aja diliatnya bro hehe ;)

Ada lagi kasus supporter Indonesia yang digebugin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab cuma gara gara dia ngomong dengan logat sunda. Yak, memang bukan rahasia lagi jika Persija Jakarta dan Persib Bandung adalah salah satu rival abadi di tanah air kita. Tapi apa yang mereka lakukan merupakan tindakan yang sangat bodoh mengingat orang dengan logat sunda tadi datang ke Gelora Bung Karno untuk mendukung satu kesebelasan yang sama dengan oknum yang tidak bertanggung jawab tadi, yaitu Indonesia. Sedikit mengutip dari "Berbeda Bendera Bukan Berarti Kita Tidak Dapat Bersahabat", "Apakah sudah sedemikian sempitnya cara berpikir supporter-supporter kita, sehingga sudah tidak dapat lagi membedakan fanatisme kedaerahan, dengan nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara..??" Jadi, mau dibawa kemana slogan "Bhinneka Tunggal Ika" ..??

Ehm.. Masih di ruang lingkup pesepakbolaan tanah air kita, ada lagi kasus yang sangat amat disayangkan buat gua, Alfred Riedl dipecat..


"Sebagai Seseorang Yang Sedikit Banyak Pernah Memberikan Kebanggaan Dan Kebahagiaan Bagi Persepakbolaan Indonesia, Rasanya Alfred Riedl Layak Mendapatkan Perlakuan Lebih Baik Dari Apa Yang Terjadi Saat Ini" - Bambang Pamungkas. 


Bener... Melihat apa yang dia persembahkan bagi pesepakbolaan Indonesia di Piala AFF 2010 kemarin, walaupun masih gagal jadi juara, dia layak mendapat perlakuan yang lebih baik dari apa yang terjadi saat ini. Persyaitonlah dengan kontrak ilegal. Apa susahnya membuat kontrak kerja baru yang resmi tanpa harus memecat pelatih yang udah berjasa membangkitkan serta mengembalikan animo masyarakat terhadap timnas ? Gua berani taruhan, seluruh orang Indonesia ikut voting pemilihan pelatih timnas antara om Alfred sama pelatih cupa-cups yang baru, gua yakin 124% pelatih baru bakal kalah....


Jadiii kesimpulan dari tulisan di atas kira kira gini: Menurut gua, respect itu sama kaya hukum kelembaman dalam pelajaran fisika. Massa benda yang di celup akan selalu sama dengan banyaknya air yang tumpah. So, Jika kita bisa respect sama orang lain, orang lain juga insyaAllah bakalan respect sama kita. Gausah yang ribed ribed dulu lah, dimulai dari hal kecil aja. Gaada manusia yang bener bener sama bro.. Karena memang pada dasarnya kita diciptakan berbeda beda, dan perbedaan itu lah yang bikin hidup ini jadi lebih berwarna.. Ahseeeek...!!! :D


Oke mungkin cuma segitu aja tulisan yang bisa gua share di postingan kali ini. Gua cuma lagi nyoba nyoba buat kritis sama hal hal disekitar walaupun gua sadar otak dan wawasan gua masih terlalu cetek dan masih sangat amat jauh banget dibanding orang orang di Provocative Proactive sana, jadi yaa cuma sebatas tulisan amburadul ini aja yang bisa gua buat huehehe.. Selamat berakhir pekan dan selamat ber-UTS bagi yang melaksanakannya.. Semoga diberi kemudahan buat kita semua, A-A-A-A-A Aaaaamin!! ;D


Quote:


"Pemenang bukan berarti mereka yang berhasil memukul jatuh lawan pada pukulan pertama, tapi pemenang sesungguhnya adalah mereka yang jatuh berkali-kali, tapi mereka bangkit lebih sering dari jatuhnya" - Robert Kearns 

Wednesday, September 7, 2011

"Curahan Hati Seorang Supporter"


Rasa kecewa itu datang lagi. Sangat miris ketika melihat papan skor menunjukkan skor 2-0 untuk kemenangan timnas Bahrain ketika pertandingan tersebut digelar di negara kita sendiri. Semua ekspektasi dan dukungan yang di berikan rasanya sia sia ketika harus menelan kenyataan bahwa Garuda harus tersungkur lagi. Tidak sedikit orang orang yang menyalahkan pelatih Wim Rijsbergen yang di anggap tidak pantas untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Alfred Riedl. Ya, Alfred Riedl memang gagal di final AFF tahun lalu, tapi setidaknya dia telah membuka mata seluruh supporter Indonesia bahwa timnas kita tidak seburuk apa yang diceritakan orang orang..

Pergantian pelatih 13 Juli lalu memang sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap kinerja para serdadu Indonesia di lapangan. Jika kita melihat ke belakang, Alfred Riedl memenangkan 6 dari 7 pertandingan yang dia lakukan selama menukangi Indonesia di Piala AFF. Sedangkan Wim sudah menjalani 7 pertandingan dan "hanya" menang 2 kali, yaitu saat melawan Turkmenistan dan Palestina (bisa dikoreksi kalau salah). Berkaca pada fakta tersebut, bukan hal yang salah jika banyak orang yang meragukan kapasitas Wim Rijsbergen sebagai pelatih baru tim nasional kesayangan mereka.

Dan sampai pada pertandingan Wim kemarin saat melawan Bahrain, keraguan itu kembali menyeruak di benak saya sendiri. Hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan harapan melihat Indonesia berpesta kandas ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Tidak ada yang kurang dalam squad merah putih yang turun hari itu. Mungkin hanya Zulkifli Syukur saja yang absen karena cedera, tapi tentu tidak terlalu berpengaruh terhadap kesolidan tim seutuhnya. Boaz dan Bustomi yang sudah bisa main dan diharapkan mampu mengembalikan skema permainan seperti dulu tidak bisa berbuat banyak. Ya, Indonesia bisa dibilang gagal total malam itu.

Pertandingan sempat dihentikan karena ulah supporter yang menyalakan petasan pada saat pertandingan masih berlangsung. Di tambah lagi aksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tiba tiba keluar dari kursi VVIP semakin menambah anarkis keadaan malam itu. Supporter kita emang iseng iseng banget dah kayanya. Meluapkan rasa frustasi dengan cara yang kaya gitu tuh ga sangar coy, malah menjurus kampungan. Siapa yang rugi jika nanti Timnas Indonesia kena sanksi dari FIFA ? Siapa yang rugi jika pertandingan yang seharusnya diselenggarakan di GBK harus di pindah ke tempat netral, ataupun tanpa supporter ? Indonesia!!! Ayolaaah dimana letak rasa malu kalian kawan ?!?! Sekarang kita cuma bisa berharap kebaikan dari para petinggi FIFA agar timnas kita gadapet sanksi apa apa.. Amin

Bicara tentang supporter, gua percaya ga semua supporter Indonesia tingkahnya kaya gitu. Hari itu gua bareng temen temen gua yang lain nyoba buat mendukung Timnas Indonesia bareng rombongan supporter yang bisa di bilang "garis keras". Disana gua bener bener bersama orang orang yang bener bener semangatnya harus diacungi dua jempol.. Chant-chant terus dinyanyikan dari sebelum wasit meniup peluit awal, sampai wasit meniup peluit terakhir. Gua beruntung bisa bareng bareng supporter "garis keras" yang masih menjunjung tinggi sportifitas. Kenapa ? Ketika ada orang yang ngelempar botol minum kebawah, mereka ga ikut ikutan, yang mereka lakukan adalah meneriaki orang tadi dengan chant: "KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!!". Bahkan ketika kalah pun, api semangat itu masih berkobar di dalam mata mereka. Yaaah andai saja semua supporter kita kaya gini...

Ehm.. Kritik juga perlu disampaikan kepada panitia penyelenggara pertandingan. Bagaimana mungkin petasan yang segede bagong gitu bisa masuk tanpa bisa kena razia pas awal masuk stadion ?? Feeling gua uang berbicara di kasus yang satu ini..  Aksi pelemparan botol minum juga sama. Apa gunanya razia botol di pintu masuk gate stadion kalo di dalem stadion banyak orang yang jualan ?? Kalo cuma sekali dua kali okelah, tapi gua udah 5 kali nonton di GBK dan gapernah absen denger orang teriak "Aqua! Aqua! Aqua!"

Terakhir deh, peluang itu memang semakin menipis. Kalah di 2 pertandingan awal dari 6 pertandingan memang sangatlah berat. Tapi gua percaya peluang itu masih tetap ada. Gua akan tetep berusaha untuk hadir di setiap pertandingan timnas yang akan datang. Kalah itu biasa, kalah dengan cara yang tidak terhormat itu bikin malu.. Semoga ada perbaikan sikap dari supporter supporter jail yang kemarin nembakin petasan, dan tidak ada lagi supporter supporter jail lainnya.. Amin~

Selesai.

Tuesday, August 2, 2011

"First Half Master"



IN-DO-NE-SIA!!!! IN-DO-NE-SIA!!!!

Hari kamis kemaren, tepatnya tanggal 28 Juli 2011, pikiran gua sedang melayang layang bebas di udara. Ya gua emang sedikit ga konsen buat belajar hari itu. Kenapa ? Karena yang ada di pikiran gua saat itu cuma pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2014 Brazil antara Indonesia v Turkmenistan yang digelar jam 19.00 hari itu. Nah di postingan gua kali ini, gua pengen nyeritain tentang "liburan" kita ke Stadion Utama Gelora Bung Karno buat mendukung negara kita tercinta..... INDONESIA

Dari siang gua udah contact-contactan sama sodara gua yang lagi buka detik.com. Dan gua nerima kabar gaenak bahwa ternyata jam 2 tiket buat kat3 udah abissss. Yak cuma bisa berharap sampe sana tiket yang kat2 nya masih tersisa deh. Tapi ternyataaaaa, keberuntungan emang masih belum berpihak sama kita kali ya. Jangankan kat3, kat2 aja pas kita sampe sana udah ludessss semua. Ya sebenernya gua udah ada feeling sih kalo kita gabakal dapet tiket kat2, orang baru nyampe GBK jam 4... Hadeh harus lebih banyak beribadah nih kayanya ke depannya (-_-")> Yaudahlah dengan berat hati, kita tetep beli tuh tiket kat1 yang harganya 100rb.... Sayang ga tuh ? Sayang banget kalo dibilang. Cuma demi Indonesia bos!!!! Apa aja bakal gua lakukan buat membela merah putih di Gelora Bung Karno.....

Oke singkat cerita, kita udah dapet tuh tiketnya. Tinggal nungguin Nofal, Nofan, Satrio, Ridho, ama Faisal. Tiket mereka jadi kita tombokin dulu. Untung aja ada anak kelas 7 yang ikut beli tiket. Dompet mereka gua akui jauh lebih tebel dari anak anak #laron.... Jadi sebagian ada yang mereka bayarin dulu. Naaaah lega dah kalo udah kaya gitu ahahaha.

Selesai masalah pertiketan, kita pun nunggu para supporter kesiangan tadi dengan sabarnya. Ya sebenernya ada sedikit masalah yang gaperlu gua ceritain disini hehehe. Pokoknya tujuan kita saat itu adalah seneng seneng, jadi ya sebisa mungkin lupain dulu semua masalah di otak ini ha ha ha. Dan singkat cerita, sekitar jam 18.30an kita semua udah masuk stadion. Haaaaah akhirnyaaaaa!!!! :D

National Anthem "Indonesia Raya" pun dinyanyikan!!! Stadion Utama Gelora Bung Karno bergetar dengan gokilnya. Ehm... Seperti ada sesuatu yang berbeda dengan lagu "Indonesia Raya" kali ini. Gatau kenapa, gua merasa lebih menghayatinya pada saat itu... Lagi asik asiknya nyanyi, tiba tiba gua ngeliat salah satu temen gua, Rama sedikit mengeluarkan air mata.... Terlalu banyak baca tulisannya @bepe20 nih anak sepertinya hahaha.

Peluit tanda pertandingan dimulai pun dibunyikan. Indonesia bisa dibilang bermain cukup baik pada malam itu. Dan hasilnya, Indonesia berhasil unggul cepat melalui sundulan Christian Gonzales. Publik Gelora Bung Karno moshing moshing dengan brutalnya..... Gadeng gagitu juga (-_-")> Dan tidak lama kemudian, Gonzales kembali mencetak gol melalui kakinya. Dalem hati gua berkata, "gasalah kita naturalisasi nih orang, gokil gile!!!" (Y)(Y)

Indonesia masih di atas angin. Sekitar 20 menit hampir gaada peluang emas yang tercipta sampai tiba tiba... Gua lagi siapin kamera Faisal buat foto-foto, eh si Hilal tiba tiba nyuruh gua berdiri, dan beberapa detik setelah gua berdiri..... M Nasuha melepaskan tendangan keras dan melengkung dari luar kotak penalti dan membuat gua seketika berfikir kalo ini adalah gol terbaik yang pernah gua liat di Indonesia!!! Gilaaaaaaa salam dua jempol buat Nasuha!!! Kalo Hilal ga nyuruh gua buat berdiri waktu itu, gua gabakal bisa ngeliat gol dengan skill BPL kaya gitu.... Makasih lal!! :D

Yak wasitpun meniup peluit tanda babak pertama telah habis... Gua memutuskan buat keluar sebentar bareng Emil, Cahyo, dan Anto buat sedikit mengambil nafas setelah 45 menit tadi gua kekurangan oksigen. Emil ama Anto menyempatkan diri buat foto foto dengan sedikit menambahkan bumbu alay disana... Ahahahahaha! Sekitar 15 menit kita diluar, akhirnya kita memutuskan buat masuk lagi.... Dan ironis, pas kita masuk dan pengen duduk di kursi yang tadi, ternyata kursi kita tadi di selak orang.... Yak karena rasa gedeg sudah gabisa tertahankan lagi, 10 menit awal babak kedua digunakan Hilal buat nyindir orang yang nyelak kita tadi wakakakakak gokil nih anak emang :D

Babak kedua berlangsung agak membosankan. Peluang Indonesia sedikit berkurang pada saat itu. Indonesia pun kecolongan dan Turkmenistan berhasil mengecilkan skor menjadi 3-1. Sempat kembali memimpin 4-1 melalui tendangan plesing M Ridwan, Indonesia kejebolan 2 gol di 15 menit terakhir sehingga skor akhir menjadi 4-3 untuk Indonesia. Sangat ironis memang, mengingat ketika sudah unggul 4-1 di menit 75 dan Turkmenistan "hanya" bermain dengan 10 orang, para supporter masih harus memacu jantungnya karena jika kecolongan lagi, hancur sudah harapan buat ikut Piala Dunia..

Udah ga aneh lah... Masalah timnas kita dari dulu tuh emang stamina kalo menurut gua sih. Babak pertama kaya Barca, babak kedua Bontang FC... Ga salah lah kalo gua bilang Timnas Indonesia itu cuma "First Half Master" alias Jagoan Babak Pertama. Mulai babak kedua, mereka seakan lupa bagaimana cara bermain bola.... gadeng ga selebay itu-_-"

Terakhir, saran gua buat om pelatih baru Indonesia diluar sana, jujur gua lupa namanya siapa...(-_-")> Seperti kata Sport 7 yang gua tonton tadi pagi, "Kekuatan stamina adalah yang paling menentukan di babak kualifikasi III ini...." Heeem.... Ga gini juga sih sebenernya, pokoknya intinya sama deh huehehehehe. Who cares lah mba mba Sport 7 tadi pagi ngomongnya gimana, yang penting yang mau gua sampaikan disini kira kira gini: Kalo kalian mau menebus semua keringat supporter yang rela menghabiskan suaranya demi Indonesia dan harapan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti World Cup mau tercapai, harus banyak banyak latian fisik deh. Secara teknik kita udah cukup bagus kok. Ga kalah bersaing dengan negara Asia lainnya. Percayalah~~

Oke terakhir lagi... Terimakasih buat Rama, Cahyo, Anto, Faris, Satrio, Nofan, Nofal, Faisal, Emil, Ridho, Hilal, Adeknya Rahma, dan satu anak kelas 7 lainnya yang gua lupa namanya.... Terimakasih udah bareng bareng membela Indonesia malam itu. Kapan kapan kita nonton lagi okeoke ?? ;)

Ohiya, ini super duper terakhir....... Happy Birthday buat Balqis Reigita Utami tercinta!! Semoga makin makin makin makin makin makin makin deh hahahaha. Tunggu postingan gua selanjutnya! Mungkin bakal bercerita tentang ini hahaha  ;D

Quote:

"Pemain, pelatih, dan pengurus PSSI dapat berganti kapan saja, akan tetapi warna bendera dan lambang garuda itu tidak akan berubah sampai kapanpun" - Bambang Pamungkas

Saturday, July 23, 2011

"Childish"

Beberapa minggu yang lalu, gua baru pulang sekolah dan sampe rumah kira kira jam 6.20an. Malem amat fi ? Ngapain aja lu disekolah ? Sekolah mah sebenernya jam setengah 3 juga udah pulang, cuman ngapain langsung pulang yega ? Tinggal setaun lagi nih gua bisa bareng bareng ama temen temen gua di smp hahaha. Ya seperti biasa, pulang sekolah bukan berarti pulang ke rumah. Gua main bola dulu sama temen temen gua di lapangan, puas puasin sebelum UN coy haha. Ya kira kira jam 5 udah selesai lah tuh main bola segala macem. Cuma gua masih di lapangan waktu itu bareng Ardi, Nofal, sama Nofan. Ngapain dah lu berempat maghrib maghrib masih kelayapan ? Nah ini gua ceritain....

Jadi sore itu, pas yang lain udah pada balik, gua tinggal berempat sama mereka di lapangan. Sambil duduk duduk kita ngomongin banyak hal lah. Dan tiba tiba obrolan kita menjurus ke satu topik, yang sebenernya bikin kesel hati kalo di omongin. Obrolan yang saat itu secara tiba tiba bikin pandangan gua ke salah satu pihak menjadi sangat negatif.  Sebenrnya lu ngomongin apaansi ? Jadi waktu itu gua lupa siapa yang memulai pembicaraan. Pokoknya tiba tiba kita ngomongin MOM (masa orientasi murid) taun ini. Ngomongin paniknya Faiz (nama disamarkan) garagara udah kelewatan pas marah marahin anak baru. Sebenernya menurut gua sih gaada yang salah ya dengan marah marahin anak yang lagi MOM, tapi semua itu jadi masalah ketika satu tahun lalu ada kejadian yang sedikit membuat "trauma" anak anak OSIS, gini lah ceritanya.....

Yak sebenernya gua bukan anak OSIS ya, jadi gua taunya cuma berdasarkan pengakuan orang orang haha. Awalnya gua diceritain salah satu temen gua, sebut saja namanya Shinta (disamarkan juga). Jadi gua dikasih tau kalo katanya awalnya ada salah satu anak yang dengan sengaja nyandung salah satu kakak OSIS, dan wajarlah si kakak itu marah sama dia. Dan akhirnya ngomel ngomel lah sang kakak itu pada anak itu, yang sebenernya ga terlalu serius. Ya di pikiran gua pas itu mah wajar lah di setiap MOM ada acara "marah-marahan" kaya begitu (bisa dikoreksi kalo gua salah). Apalagi ngeliat sang anak tadi dengan sengaja ngelakuinnya ke kakak kelas dan sedang menjalani Masa Orientasi Murid.

Tapi yang bikin gua gedeg adalah, beberapa hari kemudian anak anak OSIS tadi dimarahin abis abisan sama guru dan kawan kawannya. Ternyata orang tua murid ada yang melapor tentang kejadian tersebut, walaupun kita gatau siapa anak yang sebenernya ngelapor itu. Yak mungkin sejak saat itu, mereka jadi trauma buat marah marahan lagi di Masa Orientasi Murid.....

Ehm..... Gini deh, tujuan MOM tuh apa sih sebenernya ? Waktu itu gua sempet nanya ke Rio (nama disamarkan, lagi....-_-) yang kebetulan anak osis juga. Dan katanya tujuan MOM itu adalah memperkenalkan sekolah kepada murid murid baru. Yak gua gapuas dengan jawaban tadi. Menurut gua ada tujuan lain daripada itu...

Apakah ada yang salah ?? Bukankah salah satu tujuan dari MOM juga buat membangun mental mereka biar ga kaya anak sd lagi ya ? Buat mereka bisa lebih siap dengan kejamnya dunia luar setelah mereka keluar dari sekolah ini. Buat mereka bisa lebih tegar dalam menghadapi semua masalah di sekolah ini. Sekali lagi, apakah ada yang salah ?? Lagian juga di angkatan gua juga dimarah marahin kok, temen gua ada yang sampe di gebrak malah mejanya, tapi gaada yang protes sampe kaya gitu (bisa koreksi lagi kalo gua salah). Kenapa ?? Karena kita yakin kalo itu semua pasti ada gunanya. Dengan mental kalian yang kaya gitu, secanggih apapun otak lu gabakal guna kata gua mah. Lagian ga asik juga kali kalo pas moment itu kalem kalem aja wakaka ^^v

Ya gua emang cuma anak smp kelas 9, yang mungkin otaknya masih terlalu cetek buat ngomongin masalah ginian, ditambah lagi gua cuma dapet informasi ini dari temen temen gua. Tapi pada kasus yang satu ini, gua lebih percaya sama temen temen gua daripada sama mereka hueheheh. Gua ganyalahin siapa siapa disini. Gua juga ga bermaksud buat sok menggurui. Anggep aja ini kaya kritik dari seorang 'kakak' ke 'adiknya' sendiri. Gua cuma pesen aja buat mereka mereka yang bakal di MOM tahun depan (termasuk gua :D), buang dulu laaah sifat childish-nya. Percaya deeh, apa yang kakak kakak itu lakuin ke kita pasti ada manfaatnya kok. Dimarahin di MOM tuh merupakan bagian dari kesuksesan kita, jadi ya jalanin ajaa ;P

Nih postingan mustinya udah dari seminggu yang lalu ya nongol di blog gua. Tapi gatau kenapa semesta berkata lain... Modem gua sempet rusak selama satu minggu ini dan baru bener sekarang. Yaaah momennya udah lewat sebenernya tapi gapapalaah hahaha :P

Gile gua gangerti otak gua kesambet apaan bisa ngepost 2 postingan yang agak "waras" dibanding postingan gua yang laen. Oke cukuplah waras-warasannya, postingan gua setelah ini gua pengen ketawa tawa lagi dah, bisa gosong lama lama otak gua kalo gini........ (-_-")>

Terakhir, tahun ini bakalan jadi tahun yang berat sepertinya. Kesibukan di kelas 9, ditambah dengan pergantian guru olahraga dari yang kurang waras jadi waras banget... Ditambah juga isu dipisahnya timnas al-azhar yang tadinya bersatu menjadi hanya alazhar8 dan alazhar 9... Heeem orang itu tambah berkuasa belagu saja sepertinya setelah Pa Begi udah gadisini lagi~ Semoga isu itu gabener dan kita masih tetep bersatu deh ya ceman ceman. Tapi okelaaaah apapun yang terjadi jalanin aja, selalu ada hikmah dibalik semuanya ha ha haaa :D

Quote:

"Setiap orang berhak menilai saya dengan sudut pandang mereka masing-masing, akan tetapi "Maaf" mereka tidak berhak untuk menentukan jalan hidup saya" - Bambang Pamungkas

Sunday, February 20, 2011

"The True Winner"


Sore tadi, gua bersama 11 pemain terpilih dari timnas alazhar berangkat ke BSD dari BIS. Kebetulan sebelumnya kita juga abis main di BIS melawan Macan Banten yang alhamdulillah berhasil kita menangkan dengan skor yang cukup telak, 8-1. Dengan begitu tinggal selangkah lagi bagi kita untuk jadi pemenang dalam Coca-Cola League. Semua akan ditentukan pada tanggal 5 Maret nanti, ketika kami bertemu Jakarta International School (JIS). Tidak ada kata lain selain menang, karena jika kalah atau seri, kita cuma berharap kepada tim lain buat menjegal BIS atau JIS.

Sampai di BSD, kita nunggu dulu sekitar 90 menit. Karena ternyata kita baru main jam 15.20, sedangkan kita udah nyampe disana jam 14.00. Ya gapapalah, gua anggep ini salah satu jalan kita buat juara. Kan juara sejati lahir dari kerja keras, pengorbanan, dan sedikit keberuntungan. Dan gua anggep nunggu 90 menit adalah suatu pengorbanan hahaha :D

Saat gua ngeliat lawannya. Pikiran gua bilang "Yakin nih anak smp ? Kok kaya kuli bangunan depan rumah gua yak badannya-_-" Dan ternyata benar. Nyokapnya Maramba kenal salah satu dari pemain mereka yang ternyata sudah kelas 2 SMA.... Tapi apapun itu, gua gapernah takut menghadapi lawan siapapun. Karena kalo kita keburu takut duluan sebelum bertanding, itu berarti kita tidak lebih dari seorang pengecut. Yang terpenting adalah main sebagus mungkin, gapeduli siapapun lawannya.

Singkatnya, pertandingan pun dimulai. Sebenernya aura 'kekerasan' dari tim lawan sudah tercium sejak awal pertandingan. Baru beberapa detik setelah kick off, gua udah ditindih sama dua orang pemain lawan dengan brutalnya. Dan tak lama kemudian, mereka berhasil menceploskan 2 gol ke gawang kami. Jujur, gua dan semua pemain timnas alazhar sudah mulai pesimis saat itu. Tapi kami yakin, masih banyak waktu buat mengejar ketertinggalan. Dan untungnya, satu gol bagas membuat mental kami yang sempat down tadi pulih kembali. Dan akhirnya kami mengakhiri babak pertama dengan skor 2-2.

And the second half has begun....

Sebelumnya saat half time, kami diberi suntikan motivasi dari Pa Begi. Intinya, dia bilang gini "Ayo nak! 15 menit itu waktu yang lama, kalian bisa, saya yakin kalian bisa!" Percaya atau tidak, kata-kata tadi membuat semangat gua terbakar. Kata-kata itu membuka mata gua bahwa masih banyak waktu buat ngalahin tim ini. Dan babak kedua berjalan seperti tanpa beban, tetapi tetap berjalan sangat keras-_-Tetapi untungnya, kita berhasil mencetak 3 gol di babak kedua. Sedangkan mereka cuma mencetak 1 gol.


Dan akhirnya peluit panjang ditiup. Pertandingan berakhir dengan skor 6-3 untuk kemenangan timnas al-azhar!!!! Emosi gua meluap luap pada saat itu hahahahaa. Seperti biasa kita bersalaman sebagai tanda sportifitas. Walaupun mereka sudah bertindak tidak sportif dengan menggunakan pemain cabutan, kita tetep harus sportif. Ini dia yang mau gua garis bawahi. Dimana juara sejati lahir dari tim yang bermain sportif. Ini yang harus dibenahi dari negara Indonesia. Kalo dari kecil aja udah dididik buat bertindak tidak sportif, gimana nanti gedenya ??? Pantes aja Indonesia gapernah juara kalo gini caranya.... Kemenangan adalah yang kedua. Yang terpenting adalah menjunjung tinggi Sportifitas dan bermain Fair Play. Sehingga dengan begitu, kita bisa lebih dihormati walaupun kalah. Karena sekali lagi, pemenang sejati lahir dari tim yang bermain sportif!!!


Quote:

"The real winner is the one who played fair" - Balqis Reigita Utami

Sunday, December 26, 2010

"My Game Is Fair Play"

FT Indonesia 0-3 Malaysia

kecewa emang, ngenes rasanya kalo nginget di penyisihan kita ngebantai malaysia 5-1, di final malah kebantai. gue liat timnas kita mainnya emang bener bener parah tadi, beda jauh sama sebelumnya. bek bek kita terlalu gampang dilewatin sama pemain mereka. midfielders selalu salah umpan. striker gaada gunanya jadinya.

tapi ada kejadian yang bikin gua 'emosi' sama pertandingan tadi. ya.. yang bikin gua kesel adalah LASER suporter mALAYsia yang terus nyorotin pemain pemain kita. gimana ga kesel, sejak kejadian walkout pemain indonesia garagara tuh laser, permainan jadi berubah drastis, konsentrasi pemain kita ilang yang akhirnya jadi kejebolan 3 gol dalam 10 menit. bener bener ga sesuai sama slogan di bendera kuning yang dibawa pas awal awal pertandingan "My Game Is Fair Play" gue pengen AFF ataupun FIFA ngasih hukuman yang pas buat federasi sepak bola malaysia biar kejadian kaya tadi ga keulang lagi besok besok :)

malemnya temen temen gua di twitter ngotot ngototan sama orang malay. gua ikut ikutan aja pas pada ngotot ngototan hahaha itung itung lumayanlah buat hiburan malem malem gitu. tapi ada satu katakata suporter malay yang bikin gua prihatin. pas itu balqis juga ikut ikutan ngebacot, hahaha jago juga dia ngebacotnya :D balqis mention gini ke orang malay: "The real winner is the one who played fair ;)"  mau tau dibales apa sama orang malaysia??? orang malaysia itu malah bales gini: "you are wrong! the real winner is the one who get trophy :)" dari situ udah jelas kalo dia dan para suporter malaysia lainnya masih harus belajar apa itu arti sebuah "Fair Play" 

selepas dari itu gua bener bener salut sama pemain malaysia, mereka dengan tenangnya ngebongkar pertahanan indonesia dan akhirnya menjadi GOL!! gua juga salut banget sama pemain malaysia kalo gasalah yang nomer 9 waktu gol pertama. dia bisa nyuri bola dari maman dan jadi gol..keren keren

yaudahlah sekarang kita lupain kekalahan tadi, pesan gua buat om riedl, benerin lagi pertahanannya kalo mau menang. jadiin permainan malaysia pelajaran buat timnas dan jadin kelakuan norak suporter malaysia pelajaran buat suporter kita biar ga dicontoh disini.


KITA PUNYA KUALITAS, KITA BUKTIIN KITA BISA MENANG DENGAN CARA YANG FAIR!!!


MY GAME IS FAIRPLAY!!!