Saturday, January 21, 2012

"Sebuah Cerita Dibalik Piala (Part 2)"

Hattrick Futsal, Bekasi, 28 Desember 2011


FT Al-Azhar KP 2-3 SMPN 29...


Yak, ini pertama kalinya di musim 2011/2012, timnas al-azhar gagal melaju ke partai final di sebuah turnamen.. Kecewa memang. Jujur aja gua berharap bisa meraih trophy kelima di turnamen yang diselenggarakan oleh PSSI regional Bekasi ini. Tapi mungkin emang udah rencana yang di atas kali ya, kita emang udah disuruh buat liburan. Dan akhirnya, langkah timnas al-azhar berhenti di babak 16 besar. Hmm.. Ga seperti dulu, kita ga butuh waktu yang lama buat kembali tertawa setelah mengalami kekalahan.. Semakin banyak pengalaman, semakin kita tumbuh dewasa, rasanya semakin mudah bagi kita buat menerima keapesan dengan hati yang besar..

Pertandingan itu sendiri berjalan dengan super ketat. Kaki kaki jail berseliweran setiap gua dan pemain lainnya megang bola. Menjadi hal yang sangat langka bagi kami buat dapet kesempatan nyeplosin si kulit bundar melewati garis gawang mereka. Gocekan yang biasa jadi senjata andalan @swandanirezaa dan @Marambooo terlihat masih kesulitan untuk menembus pertahanan mereka. Tendangan dari jarak 20 meter dari @RNalfi pun hanya mampu menggetarkan tiang gawang mereka........ * terlalu mubazir buat gak di publikasikan :D* Keras memang, tapi belum menjurus kasar alhamdulillahnya... Dan akhirnya wasit meniup peluit tanda berahkirnya pertandingan tersebut dengan skor 3-2 untuk kemenangan SMPN 29.. Yah.. Pait memang, tapi ya mau gimana lagi, nasi itu sudah menjadi bubur sodara sodara...
"Ternyata, di atas langit, masih ada langit.." - Pak Ponco - 
"Kita menang bersama-sama, sudah seharusnya pula kita kalah bersama-sama.." - Bambang Pamungkas -
Setelah itu, gak lupa kita saling bersalaman sebagai tanda sportifitas, dan langsung ngacir ke locker room pribadi (baca: mesjid) untuk sejenak beristirahat, sekaligus melupakan kekalahan yang baru saja terjadi tadi. Seperti yang udah gua bilang di atas tadi, ga butuh waktu yang lama bagi kami untuk ketawa lagi setelah mengalami kekalahan yang cukup miris tadi. Di mesjid, kita ngaso ngaso dulu, sambil makan ketoprak seharga 5000 rupiah yang dibeli di seberang mesjid.. Yah, walaupun cuman ketoprak, kebersamaannya lah yang bikin nih makanan berasa makanan hotel bintang 5~ Hmm.. :D

Okeh kita pulang ke sekolah tercinta, SMPI Al-Azhar Kemang Pratama, menggunakan angkot pribadi dengan supir yang berumur sekitar 60 tahun, dengan tangan full tattoo dan sedikit piercing di telinga, serem abisss.... Di perjalanan pulang, ga seperti anak anak abg lainnya yang masih di buat galau karena udah seminggu ga nyemil di sushi-tei, temen seperjuangan gua di timnas al-azhar ini rupanya sudah gede gede yah.. Disaat teman teman sebayanya cuma bisa menonton, mereka sudah bisa setidaknya membuka pandangannya.. Membuka pandangan terhadap kemajuan bangsa sendiri, terutama di cabang sepakbola yang kebetulan sama sama kita semua sukai. Lihat sini deh kalo mau tau gambaran kecil tentang seberapa carut marutnya negara kita saat ini... Yah moga moga aja 10-15 tahun kedepan, disaat orang lain masih berharap, kita sudah bisa berbuat sesuatu untuk negara kita tercinta ini... Aaamin~ ;)

Sampe di Al-Azhar, kita udah berencana buat nobar Sherlock Holmes 2 di mall terdekat dari sini, yak, Bekasi Square. Minus Swandani dan Maramba, kita ketemuan di sana jam 17.30, yang bertepatan dengan waktu tayang film itu sendiri.... Bisa diprediksi, kapan sih anak timnas al-azhar bisa on time..?? Kita baru ngumpul di depan studio jam 17.40.. Kampretnya, Sherlock Holmes 2 sendiri merupakan pelem detektif, yang walaupun nonton sambil melotot dari awal pun ga menjamin ngarti keseluruhan film.. Ditambah kemampuan intelektual anak anak timnas al-azhar yang gak memenuhi statuta FIFA, sampe akhirnya cuman bisa pelanga pelongo di dalem bioskop... Ironis. (-_-")>

Keluar dari bioskop, kita ber-7 jalan turun ke tempat parkir. Ketawa ketawa sendiri, berasa yang punya mall. Walaupun cuma bermodalkan sendal jepit dan duit 25 rebu di dompet masing masing, ga menghalangi hasrat kami buat ngumpul bareng, nonton bioskop, atau sekedar ngetawain orang yang lagi karaokean di tempat terbuka.. Yes, kesederhanaan, apa adanya, dan kebersamaan, merupakan sedikit gambaran kecil tentang tim dengan talenta yang luar biasa ini...

Singkat cerita, keluar dari Bekasi Square, kita nyari tempat makan terdekat buat sekedar mengisi perut yang udah berkecamuk ini.. Akhirnya terpilih lah restoran di sebelah Alibaba Futsal untuk menjadi persinggahan terakhir kami sebelum pulang dan memasuki rumah masing-masing.. Di sana, galau dikit yah, tiba tiba terlintas di pikiran kami, para punggawa timnas al-azhar.. "Gakerasa ye, bentar lagi pisah kita, gua gakebayang gimana rasanya nanti, gua ketemu loe loe pada di sebuah turnamen, dan gua baru sadar kalo hari itu, kita udah gak setim lagi, jadi sedih gua bro.." Gua speechless.. Gatau mau ngomong apa.. Yah, hari itu gua cuma bisa berkata dalam hati... Gua ngerasa sangat beruntung pernah menjadi bagian dari tim ini, timnas al-azhar..

Mungkin, tidak sedikit dari mereka yang mengira dengan banyaknya piala yang berhasil ditorehkan timnas al-azhar membuat semuanya berjalan mulus begitu saja. Dengan banyaknya piala yang terpajang tidak menjamin semua fasilitas itu kita dapatkan dengan mudahnya.. Yah, semuanya gak gratis, semuanya butuh pengorbanan, semuanya butuh perjuangan, semuanya menguras mental dan pikiran, dan tidak banyak dari mereka yang tau tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik ruang ganti timnas al-azhar dan pastinya gak perlu di publikasikan disini.. Huehehe..

Bisa dibilang, di generasi ini, gua adalah salah satu pemain yang paling sering merasakan atmosfer pertandingan bersama timnas al-azhar. Gua udah cukup banyak merasakan pait manisnya berada di tim ini. Gimana paitnya kalah dan merasa sangat bersalah, sampai gimana manisnya juara dan mengangkat 6 gelar juara.. Sumpeknya naik Innova ber-12, sampe harus berebut oksigen didalem mobil dan keluar dalam keadaan megap megap.. Yah, udah bukan hal yang tabu lah.. "Sempit karena badan.. Muat karena teman.." Terlepas dari semua suka duka gua selama berseragam timnas al-azhar, berada di tim ini merupakan salah satu pengalaman terbaik yang tuhan kasih buat gua selama berada di SMP Islam Al-Azhar 8 Kemang Pratama..

Akhirnya, 12 trophy yang berisi 6 gelar juara, 2 gelar runner-up, dan 4 gelar juara 3, telah terpampang di lemari kaca Al-Azhar Kemang Pratama. Dan untuk terakhir kalinya, gua pengen mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya atas semua pengalaman yang udah tim ini berikan selama ini. Terimakasih untuk seluruh pemain, Pak Begi, Pak Ponco, Pak Masril, dan seluruh supporter kami yang sudah menjadikan Alfi Rizky Nugraha menjadi pribadi yang lebih baik lagi, di dalam maupun di luar lapangan.. Yah, beberapa saat lagi, gua bakalan lulus dari SMP Islam Al-Azhar 8 Kemang Pratama (amiiiin...), dan secara otomatis, jersey biru-putih dan abu abu-merah ini akan lengser seiring dengan berjalannya waktu... Tetapi tidak dengan semua memori yang tertanam di kepala dan hati ini..!! Mereka akan tetap melekat disini, dan tidak akan pernah bergeser sedikitpun..!! Selamat menempuh hidup baru, kawan..!! Tetaplah menjadi batu, tetaplah arogan, tetaplah menjadi timnas al-azhar seperti yang kita kenal dulu, dan.... Sampai bertemu di Tim Nasional Indonesia Piala Dunia 2022..!! ;)

Friday, January 20, 2012

"Sebuah Cerita Di Balik Piala (Part 1)"

Senin, 16 Januari 2012...

Hari ini bakal menjadi sejarah.. Yak, timnas al-azhar baru saja selesai menjalani 2 turnamen yang alhamdulillah ditutup dengan gelar juara, di Al-Azhar Rawamangun dan Al-Azhar Sentra Primer. Perjuangan yang yang bisa dibilang sangat berat, mengingat banyaknya tekanan yang membebani gua dan mungkin beberapa pemain timnas al-azhar lainnya yang turut berjuang membela nama baik sekolah jauh di Jakarta sana..

Di mulai dari Al-Azhar Rawamangun...


"Pak gimana menang ga ? Saya nyusul sekarang nih ?"
"Lagi seri 1-1, yaudah kamu kesini aja, untuk kalah atau menangnya, masalah belakangan..."

Begitulah kira kira percakapan gua dan Pak Begi di telepon ketika timnas al-azhar menembus babak 8 besar dan bertemu dengan SMPN 44 Jakarta.. Kenapa gua gaikut ? Hmm.. Untuk masalah itu, mungkin bakalan gua ceritain di lain waktu, kalo inget... Yang jelas hari itu, gua gabisa ikut karena ada satu dan lain hal yang terpaksa harus di prioritaskan untuk kebutuhan gua di masa depan nanti. Akhirnya, bareng Cahyo, gua berangkat naek taksi dari Al-Azhar Kemang Pratama menuju Velodrome Rawamangun, venue tempat berlangsungnya turnamen tersebut..

Di jalan, gua gatenang, berharap timnas al-azhar menang biar perjalanan jauh gua dari Bekasi ke Jakarta ga terbuang sia-sia.. Gua sms Pak Begi, gadibales, makin gatenang.. Gua telfon, gadiangkat, ironis.. Sampai akhirnya, gua dapet sms dari Pak Begi yang bunyinya... "Alhamdulillah menang 3-2 penalti.." Beuh..!! Rasanya tuh kaya membelah atmosfer bumi, meluncur bareng paus akrobatik, dan dilempar ke rasi bintang yang paaaaaaling manis.... #korbaniklan (-_-")> Oke akhirnya gua sampe di velodrome dan mendapati timnas al-azhar berhasil melaju ke semifinal tanpa beknya.. Terharu yah... Bahahahah gak gak becanda~

Selanjutnya, kita relatif gak mengalami banyak masalah sampai ke final dan akhirnya juara.. Mungkin ada sedikit gangguan dari supporter yang sebenarnya sudah sering kita alami berkali-kali sebelumnya, jadi yaaa udah biasa lah.. Untuk pertandingan final, mempertemukan kami dengan SMPN 270 Jakarta yang berakhir dengan skor 2-0 untuk timnas al-azhar.. Gol di cetak oleh @RNalfi dan kapten kita, @BagasLegowo.. Dan seperti biasa, kiper kita, @ramepu menjadi palang pintu luar biasa yang berhasil menghalau tendangan bertubi-tubi dari tim lawan.. Yes, akhirnya, titel ke-5 berhasil kami amankan hari itu... ;)

2 hari kemudian, timnas al-azhar kembali dituntut untuk mempertahankan gelar juara di Spirit 22 cup yang diselenggarakan oleh Al-Azhar Sentra Primer. Sekali lagi, semua itu tidak kami dapatkan dengan mudahnya. Kami tinggalkan pelajaran, sekolahan, dan itu semua cukup bikin keliyengan ketika kita harus kembali lagi ke sekolah dan mencicil semua pelajaran tersebut.. Tapi apapun yang terjadi, hidup adalah pilihan, dan gua udah siap dengan semua konsekuensinya...

Hari pertama, berakhir dengan sedikit kekecewaan karena timnas al-azhar B gagal melaju ke semifinal setelah kalah 2-4 dari SMPN 270 A. Di samping itu, timnas al-azhar A berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan SMP Muhammadiyah dan Labschool Rawamangun dengan skor.... 9-1 dan 3-0 (w.o).

2 hari berikutnya, tepatnya hari Senin tanggal 16 Januari 2012, timnas al-azhar balik lagi kesana.. Tidak lupa kami sempat di panggil ke istana negara untuk bertemu Bapak kepala sekolah SMP Islam Al-Azhar 9 untuk diberikan sedikit wejangan dan wangsit agar diberkahi di pertandingan nanti. Dan pertandingan semifinal pun dimulai.. Pertandingan di dominasi oleh timnas al-azhar sampai akhirnya wasit meniup peluit tanda berakhirnya  pertandingan dengan skor.... 9-1. *prok prok prok*


Yak, selangkah lagi, kita bawa pulang gelar juara ke-6 yang sekaligus menjadi piala ke-12 selama 3 tahun kami membela timnas al-azhar.. Yak, selangkah lagi, kita tepis semua keraguan yang muncul ketika kami pergi meninggalkan sekolah dan mulai mengenakan seragam kebesaran timnas al-azhar. Saat itu, gua berdoa di akhir sujud, seraya berkata dalam hati.... Ini saatnya kita bungkam semua cibiran mereka, bung..!!

Ga lama kemudian, pertandingan final pun dilangsungkan.. Melawan tuan rumah Al-Azhar 22 Sentra Primer, tadinya kami cukup antusias melihat supporter mereka yang lumayan rame di pertandingan sebelumnya, walaupun pastinya ga se rame Parlanmania ngahahahah..Tapi apa yang terjadi di final berkata lain. Supporter yang tadinya rame ngelilingin lapangan udah pada pulang kayaknya.. Yasudahlah, dengan atau tanpa mereka, tujuan kami cuma satu... Bawa pulang gelar juara. Titik.

Singkat cerita, akhirnya kami berhasil mengangkat trophy untuk ke-6 kalinya setelah mengalahkan Al-Azhar 22 Sentra Primer dengan skor 4-1.. Momen yang terasa spesial ketika gua dan pemain timnas al-azhar lainnya berhasil menutup karier dengan trophy juara, sekaligus mengangkat bareng bareng orang yang paling berjasa dalam perjalanan kami, Pak Bagio Wiroto, atau yang akrabnya kita sapa Pak Begi.. Yeh, perasaan gua cukup seliweran hari itu.. Di satu sisi, gua seneng karena udah mempersembahkan satu lagi gelar buat sekolah gua tercinta. Di sisi lain, kegalauan tiba tiba datang menghampiri dan membuat gua tiba tiba teringat sama kejadian yang gua alami bersama timnas al-azhar selama 3 tahun ini.. Hmm.. Sedikit bernostalgila, gua pengen sedikit membawa kalian ke beberapa minggu yang lalu, tepatnya di tanggal 28 Desember 2011...

To be continued.....

Wednesday, December 21, 2011

"Carut Marut PSSI Kacrut"


Sebelumnya, gua pengen ngasih tau kalo nih postingan bakal banyak berbicara tentang sepak bola dalam negeri yang secara kualitas permainan dan secara kegantengan tampang pemainnya masih sangat jauh dibandingkan pemain pemain di eropa sana... Jadi, buat kalian yang eneg dan anti banget sama yang namanya bola dalam negeri, monggo di close kalo berani... :p

Hmm.. Bener ga sih ? Belakangan ini, orang orang udah mulai jijay lagi sama permainan Timnas Indonesia senior yang gagal total di kualifikasi WC 2014 kemaren.. Ditambah munculnya "timnas baru" yang berlaga di SEA GAMES 2011 dengan kualitas permainan dan teknik yang lebih menghibur, makin mengubur animo masyarakat terhadap timnas yang sesungguhnya. Ditambah lagi, sistem liga yang masih membingungkan dan pengunduran diri Rahmad Darmawan sebagai pelatih U-23 semakin memperburuk keadaan.. Hmm... Jadi, mau dibawa kemana lagi sepak bola kita..??

Sejujurnya.. Pemilihan ketua PSSI 29 April 2011 kemarin sempat membuka harapan gua dan mungkin pecinta sepak bola tanah air lainnya untuk melihat kemajuan signifikan dari olahraga hiburan rakyat tersebut. Turunnya Nurdin Halid dan munculnya Djohar Arifin sebagai ketua umum yang baru memunculkan ekspektasi baru untuk melihat Bambang Pamungkas dkk mengangkat piala setelah sekian lama puasa gelar.. Tapi liat yang terjadi sekarang. Kesalahan yang sama teteeeuup kejadian juga.. Dualisme kompetisi IPL dan ISL berujung di boikot-nya beberapa pemain yang kepengen masuk timnas dengan embel embel yang masih sama, Liga Resmi. Ga salah sih, PSSI juga harus punya peraturan yang musti dijalanin.. Tapi kenapa pemain tetep batu pengen ngikutin kompetisi yang ilegal, padahal mereka tau konsekuensinya..?? Hmm..

Bicara tentang IPL vs ISL... Kita semua bisa bedain yah, Persija yang asli itu yang ada Bambang dan Ismed-nya, yang lainnya Persija kw sekian~ Nah... Persija cuma salah satu contoh klub yang menjadi korban dualisme kompetisi di Indonesia... Secara kualitas mah jelas, ISL yang dianggap sebagai kompetisi ilegal unggul jauh dibanding IPL.. Tapi kalo diliat mah sama sajah, pihak penyiar musti nyiapin embel embel Bimbingan Orang Tua di setiap pertandingannya.. Keras abiz men~

Kalo di pikir pikir, buat apa sih nonton liga lokal kalo setiap minggunya kita disuguhin pertandingan luar negeri yang jauuuh lebih enak diliat..?? Emang bener, di ISL, apalagi IPL, jarang ada tim yang mampu menampilkan permainan cantik dari kaki ke kaki ala tiki taka-nya Barcelona.. Tapi mau gimana lagi, anak bocah sini sudah terbiasa bermain bola keras sih bos.. Kalo mau liat main cantik ya monggo nonton ESPN dkk. Karena menurut gua sih yang dicari ketika kita nonton bola lokal ya bukan sepakbola yang cantik, tapi sepak bola yang seru... Hmm.. Walaupun hanya berbekal kualitas lapangan, pemain, dan strategi seadanya, tekel tekel yang seenak udel dan gol gol hoki itu lah yang bikin ISL punya passion.. Karena emang pada dasarnya, menonton pertandingan sepak bola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai tanah air...

Ohiye, tadi gua sempet singgung sedikit tentang anak bocah yang udah terbiasa main keras di sepak bola. Kalo ngeliat Jepang, miris yah, negara yang dulu ancur lebur di bom atom sekarang bisa dibilang udah jadi penyuplai pemain pemain paling berkualitas dari Asia.. Hal itu ga lepas dari keseriusan mereka dalam pembinaan usia dini yang masih amat sangat jauh sekali banget dari apa yang di lakukan di Indonesia.. Perlu diketahui, JFA (PSSI-nya Jepang) udah memberlakukan peraturan bahwa setiap klub J-League (ISL-nya Jepang) harus memiliki tim U-10, U-12, U-15, dan U-18.. Dan program tersebut terbukti berhasil. Dulu tahun 70-an Indonesia selalu menang rata-rata 4-0 kalo ketemu Jepang.. Tapi liat mereka sekarang jagonya kaya apa.. Emang sudah seharusnya lah, ketika kita membangun rumah, yang pertama kali harus kita bangun adalah pondasinya, bukan malah atapnya, pembinaan usia muda itulah pondasi sepakbola.. ;)


Gasalah lagi yah, sepakbola udah jadi darah dagingnya masyarakat indonesia saat ini.. Gapeduli kaya, miskin, gendut, langsing, ganteng, kurang ganteng... Sepakbola udah menjadi olahraga semua kalangan. Tapi apa yang terjadi sekarang adalah, prihatin gua sob.. Dulu pas gua masih kecil, lapangan di komplek gua tuh bejibun banget.. Hampir tiap blok punya lapangan sendiri. Tiap sore gua bisa puas nyeker main bola sampe dimarahin emak.. Tapi sekarang, lapangan itu tinggal kenangan.... Lapangan bola terancam punah seiring dengan perkembangan zaman. Buat gua sih ya, gapeduli tuh lapangan tanahnya rata apa engga, full rumput semua apa engga, ada gawangnya apa engga, yang penting hasrat gua buat main bola terpenuhi disana.. Andai aja ada presiden yang menjajikan program 1 RW 1 lapangan bola, gua coblos deeehhh~

Terakhir, bisa dibilang gua gaada sangkut pautnya sama sekali sama PSSI. Gua bukan anak anggota PSSI, bukan anak pemain timnas, dan BELUM menjadi pemain timnas. Bahkan yang bisa gua lakukan sekarang cuman bikin kritikan yang mungkin lebih tepat disebut curhatan di blog yang kayanya gamungkin dibaca orang orang PSSI ini.. Mau gimana lagi yah, seorang kapten timnas aja gabisa mengubah apa apa walaupun udah berkoar melalui tulisan di webnya, gimana gua... Tapi diluar semua itu, sejatinya, saya hanyalah penikmat sepak bola tanah air yang memimpikan sepak bola Indonesia yang murni menjadi sebuah olahraga, tanpa ada masalah politik, nyogok menyogok, dan konspirasi yang bercampur di dalamnya..

Bravo sepak bola Indonesia.!!

Sunday, November 6, 2011

"Love is Cinta, Life is Kampret"

Di balik awan dan, mendung kelabu... 
Ada terang dan, harapan baru... 
Jangan menyerah, sambut masamu... 
Kau tak sendirian, ku bersamamu...
- Harapan by J-Flow -


Ehm.. Sedikit mencurahkan isi hati.. Memasuki bulan November tahun ini, gua dikeroyok sama beberapa masalah yang dateng bertubi-tubi ngehabeg fisik dan mental gua secara bersamaan. Sebut aja misalnya... Pertama ranking turun.. Pada kasus ini, karir gua di timnas al-azhar kemungkinan besar bakal di pertaruhkan untuk kedepannya~ Kedua mental gua cukup terguncyang berat pas timnas al-azhar kandas di final Milo Cup 2011 di Cilandak Sport Center beberapa waktu yang lalu.. Bakal gua ceritain sebentar lagi. Dan masih banyak lagi masalah masalah lainnya yang udah sukses mencampur adukkan hati gua beberapa hari belakangan ini. Yah, bisa di bilang, Alfi Rizky sedang memasuki titik terendah dalam hidupnya saat ini...


Bicara tentang Milo Cup...
Yak mungkin buat yang hari minggu kemaren nonton timnas al-azhar sampe final ngeliat dengan jelas kesalahan fatal yang gua lakukan hari itu, buat yang gatau, bukan rejeki berarti... Sampe sekarang, gua masih kebayang bayang ama peristiwa nahas tersebut.. Minggu malem abis pertandingan final, gua gabisa tidur, nyesekkk meeen seriusan... Gak sedikit orang yang menyayangkan keputusan gua saat itu. Gua sadar... Gua udah mengecewakan banyak pihak hari itu. Jadi sekali lagi, maafkan diriku sobat~

Tapi okelah, bukankah setiap orang yang berusaha dan bekerja keras pasti bakal melakukan kesalahan ? Bukan bermaksud melepas tanggung jawab, tapi emang begitu kenyataannya huehehe... Setelah melihat keapesan demi keapesan yang menimpa diri gua belakangan ini, seketika itu juga gua berfikir.. Life is so kampret, you know...?!?!

Beberapa hari kemudian, setelah gua pikir lebih dalam, gua menarik kembali kata kata yang muncul di otak gua tadi... Kenapa ? Seketika itu, gua ngeliat lagi ke belakang. Gua inget dukungan luar biasa yang udah diberikan Supporter Al-Azhar Delapan Sembilan
(SUPARLAN) kepada gua dan seluruh punggawa timnas al-azhar. Yak jujur aja, ketika kalian semua meneriakan chant-chant dan dukungan kepada kami, sebagai pemain, baru kali itu gua bener bener ngerasa dihargai... Ga boong yah, batin gua bener bener ngerasa lega hari itu. Ketika gua ngerasain sakitnya kalah, ketika air mata itu harus tumpah, gua baru merasakan bagaimana kekuatan supporter sesungguhnya yang rela menghabiskan suara demi mendukung tim yang mereka bela.. Salut banget daaahh sama kalian!!
*kasih jempol*

Banyak pelajaran yang bisa gua ambil dari turnamen itu. Disamping gua belajar buat lebih berhati hati dalam mengambil keputusan, gua juga diajarin buat ga memandang seseorang dengan sebelah mata. Siapa yang nyangka manusia manusia yang gapernah kenal deket sama gua, gakenal sama pemain timnas al-azhar, dan cuma datang sebagai supporter cadangan berani ngeluarin suara mereka dan ga jaim sama sekali dalam mendukung timnas al-azhar berlaga..? Gamau gua sebut ah, takut memicu konflik lagi hehehe... Yang jelas gua super duper respect sama mereka, terimakasih kawan! *kasih dua jempol*

Adil ga tuh ? Ya gua emang kalah di final.. Ya gua gagal masuk koran... Ya gua terguncyang dengat teramat sangat... Tapi semua itu bisa diimbangi sama hadiah super indah yang tuhan kasih buat gua berupa sekelompok orang luar biasa yang menamakan diri mereka, Supporter Al-Azhar Delapan Sembilan... Ga cuma itu aja, gua punya temen temen, keluarga dan tentu saja pendongkrak mood terjitu yang sedikit banyak menghibur gua dari semua ke-terguncyang-an ini... Jadi, apalagi yang harus gua sesali..?? ;D

Sejak saat itu gua percaya, hidup emang pait kalo kita cuma make satu kacamata buat ngeliatnya, coba deeeh sekali sekali liat pake kacamata orang lain yang lebih gak beruntung dari kita... We'll realize~ Terkadang, pandangan hidup yang selalu lihat ke atas saja cuma jadi pemicu keinginan yang gaada abisnya, be grateful pren... ;)

Yak mungkin segitu aja pengalaman yang bisa gua share di postingan kali ini. Terimakasih banyak buat yang udah baca. Ada kata kata dari Pa Begi yang masih terekam jelas di benak gua setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Final Milo Cup 2011 di Cilandak Sport Center.... "Semua pemain ingin main di final, tapi tidak semua pemain bisa dapet itu.. Kalian sudah beruntung bisa mendapatkan itu.. Tapi, masih ada yang lebih beruntung dari kalian.." - Bagio Wiroto


Note: Alfi Rizky BELUM HABIS!!! (tambahan dari rekan @febriantohari)




Quote:


"It's just a chapter in the past, don't close the book, just turn the page" - @naninun

Friday, October 7, 2011

"Respectful Is Beautiful"

"Kesadaran masyarakat untuk saling respect satu sama lain merupakan aspek yang masih sangat kurang di Indonesia"


Ada yang mau menyangkal pendapat di atas ?? Kata kata tersebut tiba tiba muncul dalam pikiran gua selama beberapa hari ini. Rada kaget ngeliat berita tentang terorisme yang secara tiba tiba muncul lagi ke permukaan. Hal ini membuat gua tertarik buat ngangkat topik ini sebagai bahan postingan di blog selanjutnya...

Ehem.. Bom di Solo kemaren cuma satu dari banyak contoh bukti masih kurangnya rasa respect kita terhadap sesama manusia. Kalo dipikir pikir kejadian bom kemaren itu sedikit konyol dan sia-sia.. Kenapa ? Coba simak judul berita berikut ini: "Bom Solo akibatkan 11 orang luka dan 1 TEWAS..." Oke oke oke coba kita telaah dulu sejenak kalimat di atas.. Disana diberitakan bahwa kasus bom tersebut merupakan kasus bom bunuh diri. Kalo bom tadi tergolong bom bunuh diri, berarti 1 orang tewas itu..... Eksekutor bom bunuh diri itu sendiri.. *hening* (-_-")> Sia sia sekali pengorbananmu, Ya Ahli Kubur...

Oke coba kita kesampingkan dahulu semua teori konspirasi di kepala kita. Kita udah cukup lama ga kena serangan serangan penganut teori ekstrem kaya gitu, eh tiba tiba nongol lagi.. Ehm.. Gua emang bukan orang yang paham banget sama agama, termasuk tentang jihad. Tapi, selagi Indonesia masih berupa negara demokrasi dimana setiap warga negaranya dibebaskan untuk berpendapat, gua pengen mencoba kritis sama masalah masalah kaya begini.

Bukan rahasia lagi jika Indonesia selain kaya akan sumber daya alam, kita juga "kaya" akan penganut agama ekstrem yang mengatas namakan jihad sebagai alasan untuk melakukan tindakan terorisme.. Sepertinya ada sedikit salah kaprah disini. Sedikit mencoba meluruskan, Nabi Muhammad mengajarkan kita ketika berperang, jangan membunuh orang yang tidak menyerang kita. Pertanyaan gua: Apakah ada bukti yang jelas bahwa orang orang di gereja itu bersalah ? Kalian bisa temukan sendiri jawabannya... Damai itu indah coy~

Sama halnya dengan yang terjadi sepakbola negeri kita tercinta ini. Satu yang gua gasuka dari supporter timnas. Selalu berisik pas lagu kebangsaan negara lain dinyanyikan.. Bro, kita boleh mendukung timnas kesayangan kita sefanatik mungkin (tentunya masih dalam batasan wajar), tapi buat yang satu ini tolonglaah di tahan dulu euforianya.. Nggak sopan aja diliatnya bro hehe ;)

Ada lagi kasus supporter Indonesia yang digebugin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab cuma gara gara dia ngomong dengan logat sunda. Yak, memang bukan rahasia lagi jika Persija Jakarta dan Persib Bandung adalah salah satu rival abadi di tanah air kita. Tapi apa yang mereka lakukan merupakan tindakan yang sangat bodoh mengingat orang dengan logat sunda tadi datang ke Gelora Bung Karno untuk mendukung satu kesebelasan yang sama dengan oknum yang tidak bertanggung jawab tadi, yaitu Indonesia. Sedikit mengutip dari "Berbeda Bendera Bukan Berarti Kita Tidak Dapat Bersahabat", "Apakah sudah sedemikian sempitnya cara berpikir supporter-supporter kita, sehingga sudah tidak dapat lagi membedakan fanatisme kedaerahan, dengan nasionalisme kita dalam berbangsa dan bernegara..??" Jadi, mau dibawa kemana slogan "Bhinneka Tunggal Ika" ..??

Ehm.. Masih di ruang lingkup pesepakbolaan tanah air kita, ada lagi kasus yang sangat amat disayangkan buat gua, Alfred Riedl dipecat..


"Sebagai Seseorang Yang Sedikit Banyak Pernah Memberikan Kebanggaan Dan Kebahagiaan Bagi Persepakbolaan Indonesia, Rasanya Alfred Riedl Layak Mendapatkan Perlakuan Lebih Baik Dari Apa Yang Terjadi Saat Ini" - Bambang Pamungkas. 


Bener... Melihat apa yang dia persembahkan bagi pesepakbolaan Indonesia di Piala AFF 2010 kemarin, walaupun masih gagal jadi juara, dia layak mendapat perlakuan yang lebih baik dari apa yang terjadi saat ini. Persyaitonlah dengan kontrak ilegal. Apa susahnya membuat kontrak kerja baru yang resmi tanpa harus memecat pelatih yang udah berjasa membangkitkan serta mengembalikan animo masyarakat terhadap timnas ? Gua berani taruhan, seluruh orang Indonesia ikut voting pemilihan pelatih timnas antara om Alfred sama pelatih cupa-cups yang baru, gua yakin 124% pelatih baru bakal kalah....


Jadiii kesimpulan dari tulisan di atas kira kira gini: Menurut gua, respect itu sama kaya hukum kelembaman dalam pelajaran fisika. Massa benda yang di celup akan selalu sama dengan banyaknya air yang tumpah. So, Jika kita bisa respect sama orang lain, orang lain juga insyaAllah bakalan respect sama kita. Gausah yang ribed ribed dulu lah, dimulai dari hal kecil aja. Gaada manusia yang bener bener sama bro.. Karena memang pada dasarnya kita diciptakan berbeda beda, dan perbedaan itu lah yang bikin hidup ini jadi lebih berwarna.. Ahseeeek...!!! :D


Oke mungkin cuma segitu aja tulisan yang bisa gua share di postingan kali ini. Gua cuma lagi nyoba nyoba buat kritis sama hal hal disekitar walaupun gua sadar otak dan wawasan gua masih terlalu cetek dan masih sangat amat jauh banget dibanding orang orang di Provocative Proactive sana, jadi yaa cuma sebatas tulisan amburadul ini aja yang bisa gua buat huehehe.. Selamat berakhir pekan dan selamat ber-UTS bagi yang melaksanakannya.. Semoga diberi kemudahan buat kita semua, A-A-A-A-A Aaaaamin!! ;D


Quote:


"Pemenang bukan berarti mereka yang berhasil memukul jatuh lawan pada pukulan pertama, tapi pemenang sesungguhnya adalah mereka yang jatuh berkali-kali, tapi mereka bangkit lebih sering dari jatuhnya" - Robert Kearns 

Wednesday, September 7, 2011

"Curahan Hati Seorang Supporter"


Rasa kecewa itu datang lagi. Sangat miris ketika melihat papan skor menunjukkan skor 2-0 untuk kemenangan timnas Bahrain ketika pertandingan tersebut digelar di negara kita sendiri. Semua ekspektasi dan dukungan yang di berikan rasanya sia sia ketika harus menelan kenyataan bahwa Garuda harus tersungkur lagi. Tidak sedikit orang orang yang menyalahkan pelatih Wim Rijsbergen yang di anggap tidak pantas untuk menggantikan pelatih sebelumnya, Alfred Riedl. Ya, Alfred Riedl memang gagal di final AFF tahun lalu, tapi setidaknya dia telah membuka mata seluruh supporter Indonesia bahwa timnas kita tidak seburuk apa yang diceritakan orang orang..

Pergantian pelatih 13 Juli lalu memang sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap kinerja para serdadu Indonesia di lapangan. Jika kita melihat ke belakang, Alfred Riedl memenangkan 6 dari 7 pertandingan yang dia lakukan selama menukangi Indonesia di Piala AFF. Sedangkan Wim sudah menjalani 7 pertandingan dan "hanya" menang 2 kali, yaitu saat melawan Turkmenistan dan Palestina (bisa dikoreksi kalau salah). Berkaca pada fakta tersebut, bukan hal yang salah jika banyak orang yang meragukan kapasitas Wim Rijsbergen sebagai pelatih baru tim nasional kesayangan mereka.

Dan sampai pada pertandingan Wim kemarin saat melawan Bahrain, keraguan itu kembali menyeruak di benak saya sendiri. Hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan harapan melihat Indonesia berpesta kandas ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Tidak ada yang kurang dalam squad merah putih yang turun hari itu. Mungkin hanya Zulkifli Syukur saja yang absen karena cedera, tapi tentu tidak terlalu berpengaruh terhadap kesolidan tim seutuhnya. Boaz dan Bustomi yang sudah bisa main dan diharapkan mampu mengembalikan skema permainan seperti dulu tidak bisa berbuat banyak. Ya, Indonesia bisa dibilang gagal total malam itu.

Pertandingan sempat dihentikan karena ulah supporter yang menyalakan petasan pada saat pertandingan masih berlangsung. Di tambah lagi aksi presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tiba tiba keluar dari kursi VVIP semakin menambah anarkis keadaan malam itu. Supporter kita emang iseng iseng banget dah kayanya. Meluapkan rasa frustasi dengan cara yang kaya gitu tuh ga sangar coy, malah menjurus kampungan. Siapa yang rugi jika nanti Timnas Indonesia kena sanksi dari FIFA ? Siapa yang rugi jika pertandingan yang seharusnya diselenggarakan di GBK harus di pindah ke tempat netral, ataupun tanpa supporter ? Indonesia!!! Ayolaaah dimana letak rasa malu kalian kawan ?!?! Sekarang kita cuma bisa berharap kebaikan dari para petinggi FIFA agar timnas kita gadapet sanksi apa apa.. Amin

Bicara tentang supporter, gua percaya ga semua supporter Indonesia tingkahnya kaya gitu. Hari itu gua bareng temen temen gua yang lain nyoba buat mendukung Timnas Indonesia bareng rombongan supporter yang bisa di bilang "garis keras". Disana gua bener bener bersama orang orang yang bener bener semangatnya harus diacungi dua jempol.. Chant-chant terus dinyanyikan dari sebelum wasit meniup peluit awal, sampai wasit meniup peluit terakhir. Gua beruntung bisa bareng bareng supporter "garis keras" yang masih menjunjung tinggi sportifitas. Kenapa ? Ketika ada orang yang ngelempar botol minum kebawah, mereka ga ikut ikutan, yang mereka lakukan adalah meneriaki orang tadi dengan chant: "KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!! KAMPUNGAN!!". Bahkan ketika kalah pun, api semangat itu masih berkobar di dalam mata mereka. Yaaah andai saja semua supporter kita kaya gini...

Ehm.. Kritik juga perlu disampaikan kepada panitia penyelenggara pertandingan. Bagaimana mungkin petasan yang segede bagong gitu bisa masuk tanpa bisa kena razia pas awal masuk stadion ?? Feeling gua uang berbicara di kasus yang satu ini..  Aksi pelemparan botol minum juga sama. Apa gunanya razia botol di pintu masuk gate stadion kalo di dalem stadion banyak orang yang jualan ?? Kalo cuma sekali dua kali okelah, tapi gua udah 5 kali nonton di GBK dan gapernah absen denger orang teriak "Aqua! Aqua! Aqua!"

Terakhir deh, peluang itu memang semakin menipis. Kalah di 2 pertandingan awal dari 6 pertandingan memang sangatlah berat. Tapi gua percaya peluang itu masih tetap ada. Gua akan tetep berusaha untuk hadir di setiap pertandingan timnas yang akan datang. Kalah itu biasa, kalah dengan cara yang tidak terhormat itu bikin malu.. Semoga ada perbaikan sikap dari supporter supporter jail yang kemarin nembakin petasan, dan tidak ada lagi supporter supporter jail lainnya.. Amin~

Selesai.

Wednesday, August 31, 2011

"Dimana Ada Hilal ?"


Salah salah!! Bukan spesies pria kesepian @MHlal yang gua cari disini. Dia mah gausah di cari cari, di toko material terdekat juga banyak... Dimana kah hilal ?? Pertanyaan yang banyak menyeruak di kalangan orang orang yang udah kebelet lebaran yang muncul di timeline twitter gua kemaren.. Yak, pemerintah akhirnya menetapkan bahwa hari lebaran jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011 yang sebelumnya diperkirakan akan jatuh pada sehari sebelumnya. Tapi dikarenakan si hilal belum keliatan, opor gua pun masuk kulkas lagi....

Buat yang belom tau, seinget gua, Hilal adalah bulan yang menandakan akhir bulan Ramadhan. Yaaa kira kira gitu lah definisinya ahaha. Tapi menentukan Hilal itu ternyata ga se-simple lagunya para kaum hawa di sekolah gua. Ada perhitungan perhitungan berapa derajatnya gitu deh. Gua sendiri juga sama sekali gangerti sama perhitungan tadi. Pas rapat ishbat aja gua cengo... Pas dapet fixnya kapan, baru dah tenang. Gua mah ngikutin keputusan pemerintah aja lah, biar kalo salah seenggaknya dosanya bukan cuma kita yang nanggung heheh..

Oke hari lebaran udah fix.. Temen temen gua kaya Raka, Hilal, Kanya, Lilla dan mungkin masih ada lagi yang lain udah pada lebaran duluan ternyata. Ya mungkin karena kegalauan yang ditimbulkan pemerintah dalam memutuskan hari lebaran kemaren membuat beberapa daerah memutuskan untuk menyelenggarkan sholat ied lebih dulu dari pemerintah. Gua sendiri bakal menjalani sholat idul fitri beberapa jam lagi.. Suara  petasan dan orang orang takbiran masih terdengar sampai sekarang...

 Yak gakerasa brow 1 bulan sudah kita menjalani puasa ramadhan bersama sama. Gua sendiri sadar kalo ibadah gua di bulan ramadhan tahun ini masih jauh dari kata sempurna. Apalagi teraweh.... Godaan banyak banget emang jaman sekarang~ Dan gua gatau apa cuma gua doang apa yang lain juga ngerasa kaya gini, ramadhan tahun ini bener bener gakerasa. Entah karena emang gua selalu tidur dari abis solat subuh ampe jam 12an atau gimana ya, yang jelas waktu kerasa cepet banget dah pokoknya. Kita berdoa aja semoga ini bukan pertanda akan terjadinya sesuatu ya... ;)

Yah terakhir... Mumpung lebaran, sebenernya gua udah minta maaf ke beberapa temen temen gua di msn, tapi masih ada beberapa yang belom gua ucapin, jadi ucapin disini aja mungkin yoo..


Saya, Alfi Rizky Nugraha dan keluarga mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Minal Aidin Wal Fa'izin.. Mohon maaf lahir dan batin.. Semoga semua amal ibadah kita selama Bulan Ramadhan tahun ini diterima di sisi-Nya, Amiiiin.. Saatnya makan ketupat brow!!! ;D


P.S: Belakangan gua baru tau ternyata Minal Aidin Wal Fa'izin itu artinya bukan mohon maaf lahir batin, tapi semoga kembali suci..... kalo gasalah-_-